Banjir Kemang, Terlalu Banyak Bangunan di Sempadan Kali Krukut

Reading time: 2 menit
kemang
Banjir. Foto: Seika/Flickr.com

Jakarta (Greeners) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Timur beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir di banyak wilayah termasuk di kawasan elit Kemang. Air yang menggenang bahkan sempat merendam kendaraan dan permukiman warga pada Sabtu (27/08) lalu.

Direktur Bina Operasional Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lolly Martina mengatakan, banjir yang terjadi di Kemang karena sudah terlalu banyak berdiri bangunan di sempadan sungai yang mendapat izin.

Menurutnya, bangunan-bangunan komersial tersebut dikembangkan sekitar 20 meter dari garis sempadan Kali Krukut. Akibatnya, debit Kali Krukut yang sebelumnya menampung 60 meter kubik air per detik, akhirnya meluap karena harus menampung 160 meter kubik per detik.

“Oleh sebab itu, belajar dari pengalaman kejadian di Kemang, Kementerian PUPR akan melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan menyusuri sungai-sungai di Jakarta,” jelasnya, Jakarta, Kamis (08/09).

BACA JUGA: Fenomena La Nina, Masyarakat Diminta Waspadai Banjir dan Longsor

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya kepada Greeners menyatakan, cuaca ekstrem yang terjadi‎ di seluruh wilayah Indonesia termasuk Jakarta masih akan berlangsung hingga Februari 2017. Oleh karena itu, ia berharap warga selalu waspada.

Menurut Andi, cuaca ekstrem bisa mengakibatkan perubahan iklim di setiap daerah di Indonesia, salah satunya adalah majunya awal musim hujan.”Kemarau basah masih akan terjadi sampai bulan Februari,” terangnya.

Ia mengatakan, akibat cuaca ekstrem dari Agustus hingga November, sedikitnya ada 92,7 persen wilayah di Indonesia yang telah memasuki musim hujan. Padahal jika cuaca ekstrem tidak terjadi, wilayah tersebut belum memasuki musim hujan.

BACA JUGA: Bencana Banjir dan Longsor, Pengelolaan DAS Belum Maksimal

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, wilayah yang terdampak banjir pada Sabtu (27/08), meliputi delapan kecamatan yang terdiri dari 39 RW di 15 kelurahan.

Menurutnya, masih berlangsungnya fenomena La Nina bisa berpengaruh pada meningkatnya curah hujan. “Terlebih lagi pada saat musim hujan nanti diperkirakan curah hujan meningkat lebih besar sehingga potensi banjir di Jakarta akan meningkat,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top