BMKG Prediksi El Nino Tahun Ini Lebih Kuat

Reading time: 1 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi kekuatan El Nino yang terjadi saat ini berpeluang akan lebih kuat dibanding tahun 1997 silam. Fenomena alam ini juga disebut-sebut oleh lembaga meteorologi di seluruh dunia sebagai El Nino paling kuat dengan anomali suhu yang mencapai 2,3 derajat Celsius.

Edvin Aldrian, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG mengatakan bahwa BMKG memprediksi nilai indeks ENSO (El Nino Southern Oscillation) pada Agustus 2015 ini mencapai 2,20 derajat Celsius dan diprediksi tetap akan kuat hingga Desember 2015. Semakin tinggi nilai indeks maka tingkat keparahan El Nino ini akan semakin kuat.

“Kemunculan El Nino kuat tahun ini telah diprediksi tahun 2012 ketika terjadi puncak kejadian bintik matahari,” jelasnya saat dihubungi Greeners, Jakarta , Jumat (14/08).

Kaitan bintik matahari dan flare di permukaan matahari terhadap kejadian El Nino, lanjut Edvin,terjadi karena suhu di permukaan matahari tergolong sedang dibanding bintang lainnya, yaitu sekitar 6.000 derajat Celsius.

El Nino sendiri adalah gejala penyimpangan berupa peningkatan suhu muka laut secara signifikan di Samudra Pasifik sekitar ekuator, khususnya bagian tengah dan timur. El Nino dikatakan kuat saat nilai indeks ENSO sudah lebih dari 2 derajat Celsius, yang menunjukkan suhu muka laut di Samudra Pasifik berselisih 2 derajat Celsius dibandingkan dengan suhu rata-rata normalnya.

Fenomena El Nino menyebabkan anomali cuaca di banyak negara seperti peristiwa kekeringan di Indonesia, Australia, Amerika Tengah, dan daerah Laut Karibia. Sedangkan kondisi sebaliknya terjadi di kepulauan Pasifik tengah, Amerika Serikat bagian selatan, Cile, Argentina, Uruguay, dan Brasil yang mengalami banyak hujan.

Seiring dengan kenaikan status kekuatan, jumlah uap air yang tersedot ke Pasifik tengah dan timur kian besar sehingga potensi kekeringan lebih tinggi dibandingkan jika El Nino tetap moderat. Salah satu dampaknya adalah awal musim hujan di sebagian besar Indonesia bisa mundur hingga ke bulan November atau Desember.

Penulis: Danny Kosasih

Top