Dukung Kampanye Hemat Energi, ITS Gelar Lomba Mobil Irit

Reading time: 2 menit

Surabaya (Greenersmagz) – Termotivasi dalam mendukung program hemat energi nasional, ITS menggelar kompetisi mobil irit bertajuk Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2012 di Kenjeran Park Circuit pada 23-25 November. Kompetisi skala nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Event perdana di Indonesia ini diikuti oleh 27 tim yang berasal dari 15 perguruan tinggi di Indonesia. Dalam lomba nanti, mobil yang tercatat paling sedikit penggunaan bahan bakarnya untuk jarak tempuh dan waktu yang ditetapkan, itulah yang akan keluar sebagai juara.

“Jadi lomba ini bukan sebuah balapan kecepatan, tapi lomba paling irit penggunaan bahan bakarnya,” ujar Indra Sidharta ST, ketua panitia IEMC dalam konferensi pers di Rektorat ITS, Kamis (22/11).

Menurut Indra, perhelatan IEMC ini berpedoman pada kompetisi international Shell Eco Marathon (SEM). Oleh sebab itu kompetisi IEMC tersebut mengacu pada efisiensi energi dan isu renewable energy yang ditujukan bagi mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dijelaskan, IEMC kali ini terbagi atas dua kategori umum, yaitu prototype dan urban combustion. Kategori prototype adalah kendaraan roda tiga dengan energi pendorong bahan bakar fosil. Sedangkan urban combustion adalah kendaraan roda empat berpendorong energi fosil yang tampilannya mirip mobil pada umumnya dan sesuai untuk on road.

Sementara, untuk setiap kategori umum terbagi lagi menjadi tiga kelas energi, yaitu bensin, solar, dan listrik. Sehingga, total terdapat enam kelas yang dilombakan. ITS yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah menerjunkan tim di semua kelas tersebut.

Indra Menyebutkan, sebelumnya, kompetisi SEM sendiri telah digelar di wilayah Asia, Eropa dan Amerika. ITS telah berpartisipasi dan menjadi juara berturut-turut selama dua tahun dalam perhelatan SEM Asia untuk kategori tertentu.

Sementara, Ketua Pelaksana, Didit Ardiyanto, menyebutkan, setiap tim diberi kesempatan untuk melakukan race sebanyak lima kali. Itu pun setelah dinyatakan lolos scrutineering atau uji inspeksi teknis yang meliputi bobot kendaraan, jenis bahan bakar, ukuran kendaraan, dan lain-lain. “Tapi kalau tim tersebut sudah merasa puas dengan capaian pada race tertentu, ya diperbolehkan untuk tidak melakukan sampai lima kali race,” papar Didit.

Dijelaskan, untuk satu kali race, tiap tim harus melalui lintasan sepanjang 12 kilometer. Untuk kategori prototype, maksimal waktu yang diberikan untuk satu kali lintasan adalah 26 menit. Sedangkan untuk kategori urban combustion, diberi waktu maksimal 30 menit dalam satu lintasan.

Sebelum dan sesudah race akan dilakukan pengukuran bahan bakar oleh panitia lomba. Sehingga bisa diketahui secara pasti berapa banyak penggunaan bahan bakar oleh kendaraan tersebut selama melakukan race. Untuk kendaraan yang berbahan bakar listrik diukur dengan menggunakan alat bernama joule meter, sedangkan untuk yang berbahan bakar gasoline (bensin) dan diesel (solar) dihitung berdasarkan rumus tertentu.

“Untuk penyelenggaraan kompetisi ini, dana 100 persen berasal dari Dikti. Tapi juga didukung oleh beberapa sponsor yang ada. Lomba ini nantinya hanya mengambil juara 1 dan 2 untuk setiap kelas. Untuk juara 1 memperebutkan hadiah berupa uang sebesar Rp 7,5 juta dan juara 2 sebesar Rp 5 juta,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS, Bambang Sampurno MT, menyatakan target ITS untuk bisa menjuarai semua kelas. “ITS sangat mendukung kegiatan ini, apalagi mendapat kehormatan sebagai penyelenggara pertama di Indonesia. Kami yakin bisa menjadi juara di tiap kelas,” tandasnya optimis. (G25)

Top