Indonesia dan Amerika Tingkatkan Kerja Sama Pengelolaan Hutan

Reading time: 2 menit
Indonesia dan Amerika meningkatkan kerja sama pengelolaan hutan. Foto: U.S. Embassy Jakarta
Indonesia dan Amerika meningkatkan kerja sama pengelolaan hutan. Foto: U.S. Embassy Jakarta

Jakarta (Greeners) – Indonesia bersama Amerika Serikat menjalin kerja sama untuk meningkatkan kelestarian lingkungan dan ketahanan iklim global. Kedua negara ini berkomitmen menjalin kerja sama dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Perjanjian kerja sama dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik (KLHK) dan United States Forest Service (USFS) atau Dinas Kehutanan Amerika Serikat. Keduanya secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) untuk mendukung rencana Tata Guna Hutan dan Lahan Indonesia (FOLU) Net Sink 2030.

Perjanjian penting ini telah menandakan komitmen Indonesia dan Amerika Serikat. Khususnya, untuk bekerja sama dalam tata kelola karbon hutan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta pendidikan dan pelatihan.

Kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat juga selaras dengan urgensi global untuk mengatasi perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Terutama, mengakui peran penting hutan dalam penyerapan karbon dan konservasi keanekaragaman hayati.

“Dinas Kehutanan Amerika Serikat berharap dapat memperluas kolaborasi kami dengan KLHK untuk membantu mencapai tujuan ambisius Indonesia pada tahun 2030. Terutama, dalam mendukung upaya global untuk memerangi perubahan iklim,” kata Kepala USFS, Randy Moore melalui keterangan tertulisnya.

BACA JUGA: KLHK Kenalkan Dua Sistem Baru Pengelolaan Hutan

Dalam kerja sama ini, Dinas Kehutanan Amerika Serikat akan memberikan keahlian teknis dan dukungan kepada Indonesia dalam bidang kehutanan. Sebab, mereka memiliki pengalamannya yang luas dalam pengelolaan hutan dan pengendalian kebakaran hutan.

“Kemitraan ini kami harap dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi signifikan terhadap tujuan FOLU Net Sink 2030,” lanjut Moore.

Indonesia dan AS Kolaborasi Pengelolaan Hutan

Berdasarkan MOU tersebut, kedua pihak akan bertukar pengetahuan dan praktik terbaik dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Tujuannya untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Mereka juga akan berkolaborasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, pendidikan dan pelatihan menjadi fokus utama dalam perjanjian ini. Inisiatif peningkatan kapasitas pun akan dikembangkan untuk memberdayakan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Bahkan, untuk memastikan bahwa manfaat pengelolaan hutan lestari tersebar luas dan inklusif.

BACA JUGA: Perlu Koreksi Besar dan Terobosan Nyata untuk Pengelolaan Hutan Indonesia

MOU kedua negara ini dapat membuka jalan bagi praktik pengelolaan hutan yang lebih baik dan efektif di Indonesia. Sehingga, dampak dari kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat bisa berkontribusi positif terhadap upaya global. Khususnya, untuk memitigasi perubahan iklim dan meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top