Jadi Menko Maritim dan Sumber Daya, Ini Target Rizal Ramli

Reading time: 1 menit
Rizal Ramli (kiri) berfoto bersama dengan Indroyono Soesilo yang ditemani istrinya dalam acara serah terima jabatan sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman yang baru di gedung BPPT, Jakarta, Kamis (13/08/2015). Foto: dok. Menko Maritim

Jakarta (Greeners) – Selepas melakukan serah terima jabatan sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman yang baru, Rizal Ramli langsung menargetkan jumlah wisatawan yang cukup tinggi sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo berakhir.

Dalam sambutannya, Rizal mengatakan bahwa target 15 juta wisatawan bukanlah hal sulit. Justru, tegasnya, hal tersebut merupakan satu target yang sangat mungkin untuk direalisasikan dalam waktu lima tahun kedepan.

“Target ini jelas yang paling mudah untuk direalisasikan. Sektor pariwisata Indonesia nantinya akan mengalami banyak kemajuan jika target tersebut tercapai,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Jumat (14/08).

Selain wisatawan, Rizal juga mengaku akan langsung mengerjakan tugas untuk percepatan pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.

Ia mengakui, pembangunan proyek pembangkit baru itu tidak mudah. Apalagi, ada tambahan 7.000 MW proyek pembangkit lama yang belum terselesaikan atau terbangun pada periode pemerintahan sebelumnya.

“Di bawah koordinasi Kemenko Maritim, penetapan harga jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) akan dirumuskan kembali. Selama ini, kesepakatan PPA berjalan lamban sehingga memicu keterlambatan proyek pembangkit listrik baru,” tuturnya.

Sebagai informasi, Rizal Ramli adalah mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian pada zaman pemerintahan Abdurrahman Wahid. Selain itu, Rizal Ramli juga pernah menjadi kepala Bulog dan Komisaris Utama Bank BNI. Rizal menggantikan posisi Indroyono Soesilo sebagai Menko Maritim pada saat perombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (12/08) lalu.

Dengan jabatannya yang baru, Rizal mengganti nama Kementrian Koordinator Kemaritiman menjadi Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya atas persetujuan Presiden Joko Widodo.

Menurut Rizal, penambahan kata “Sumber Daya” diperlukan karena selain sektor perikanan dan maritim, kementerian itu juga mengkoordinasikan sektor pariwisata, perhubungan serta energi dan sumber daya mineral. Ia juga mengatakan akan menambah dua departemen di sektor riil untuk bergabung di bawah koordinasi Kemenko Maritim dan Sumber Daya.

Penulis: Danny Kosasih

Top