Presiden Libatkan Aparat Keamanan untuk Pelaksanaan Normal Baru

Reading time: 2 menit
Satpol PP
Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tengah merazia warung makan pinggir jalan yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19, di Jl. KS. Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Mei 2020. Foto: www.greeners.co/Devi Anggar Oktaviani

Jakarta (Greeners) – Presiden Joko Widodo telah menyiapkan personel TNI dan kepolisian untuk mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan. Hal tersebut disampaikan presiden saat meninjau kesiapan kota Jakarta dan Bekasi untuk menuju kondisi normalisasi pandemi Covid-19. Mulai kemarin para aparat diterjunkan ke sejumlah titik keramaian di empat provinsi dan 25 kabupaten maupun kota.

Persiapan ini diimplementasikan pada daerah yang dianggap memiliki Angka Reproduksi Efektif atau Rt kurang dari satu (Rt<1) selama dua Minggu berturut-turut. Menurut Presiden Jokowi, angka reproduksi efektif atau tingkat penularan awal (R0) di Jakarta dan Bekasi telah berada di bawah angka satu yang menandakan angka penularan menurun.

Baca juga: Sampah Warga Jakarta Capai 2.195 Ton di Hari Lebaran

“Kita ingin, bisa masuk ke normal baru, masuk ke tatanan baru, dan kita ingin muncul sebuah kesadaran yang kuat, muncul sebuah kedisiplinan yang kuat, sehingga RO-nya terus bisa kita tekan di bawah satu,” ujar Presiden Jokowi di Sarana Perniagaan Summarecon Mall, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa, (26/05/2020).

Jokowi menuturkan di Bekasi aktivitas masih tetap berjalan sehingga protokol kesehatan akan lebih diperketat dan didisiplinkan agar sepenuhnya dijalankan masyarakat. TNI dan Polri akan mengawasi dan memastikan ketertiban warga dalam memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan atau saling berdesak-desakan.

“Poin-poin penting tersebut yang ingin kita pastikan sehingga pada hari ini telah dimulai di Sumatera Barat, di DKI Jakarta, di Jawa Barat, dan di Gorontalo. Di kota-kota ada 25, di Surabaya, di Malang, dan lain-lainnya. Kemudian ini akan kita lebarkan ke provinsi dan kabupaten/kota yang lain,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo dan Gubernur Anies Baswedan

Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan usai meninjau persiapan protokol kesehatan di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Mei 2020. Foto: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI).

Selain di Bekasi, Presiden Jokowi juga melakukan peninjauan di DKI Jakarta yang didampingi oleh Gubernur Anies Baswedan. Ia menyampaikan bahwa khusus untuk wilayah Jakarta, dua pekan ini merupakan penentuan siap atau tidaknya Ibu Kota menuju tatanan baru.

“Semua masyarakat harus menaati secara disiplin sehingga pada saat siklus 14 hari terakhir PSBB tidak perlu diperpanjang. Karena PSBB Jakarta ini berakhir tanggal 4 Juni, apakah akan diperpanjang atau tidak sangat tergantung kepada angka-angka epidemiologi yang ada,” kata Anies usai mendampingi Presiden dalam agenda peninjauan kesiapan fasilitas umum di Stasiun MRT, bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Menurut Anies, para ahli saat ini telah mengumpulkan semua data, memantau, dan pada akhir pekan ini akan diperoleh informasi yang dibutuhkan. Jika data sudah didapatkan, kata dia, akan disampaikan kepada masyarakat. Selain itu, penentuan diperpanjang atau tidak tergantung pada perilaku seluruh masyarakat di wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Baca juga: Perpres Tata Ruang Jabodetabek-Punjur Menggerus Ekosistem Teluk Jakarta

“Bila seluruh masyarakat di wilayah PSBB memilih untuk taat, maka PSBB-nya bisa berakhir. Apabila masyarakatnya tidak taat, PSBB-nya terpaksa harus diperpanjang. Jadi, nanti sesudah itu akan kita sampaikan protokol-protokol khusus untuk DKI Jakarta karena setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda-beda,” ujar Anies.

Lebih lanjut, Anies mengingatkan masyarakat untuk menghindari pertemuan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Menurutnya penularan dapat ditekan dengan mengurangi bahkan meniadakan pertemuan seperti pertemuan sosial, pertemuan ekonomi, pertemuan budaya, dan pertemuan keagamaan.

Penulis: Dewi Purningsih

Top