Kemenkes Tegaskan Indonesia Bebas Virus Ebola

Reading time: 1 menit
Ilustrasi: ist.

Jakarta (Greeners) – Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kembali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kasus masyarakat yang terkena virus ebola di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kemenkes untuk memastikan bahwa hasil pemeriksaan terhadap seorang laki-laki kewarganegaraan Ghana berinisial M (32), pasien suspek penyakit virus ebola adalah negatif.

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi dalam keterangan tertulis yang diterima Greeners mengatakan, bahwa saat ini pasien yang tengah dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Suroso di Sunter, Jakarta Utara tersebut ternyata positif mengidap penyakit malaria.

“Jadi, pasien berwarganegara Ghana tersebut positif malaria bukan ebola,” ungkap Nafsiah, Jakarta, Selasa (26/08).

Karena isu yang beredar tentang virus ebola ini, Nafsiah mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik terhadap penyebaran virus ebola di Indonesia.

“Masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap harus waspada. Selain itu, masyarakat juga tetap harus memperhatikan pola hidup sehat dalam kesehariannya,” katanya.

Seperti diketahui, situasi Global sesuai data dari WHO tanggal 20 Agustus 2014 lalu menyebutkan, bahwa total kumulatif kasus ebola secara global yang terjadi sebanyak 2.615 kasus dengan 1.427 kematian (Case Fatality Rate /CFR =54,57 %).

Kasus ini masih tersebar di 4 negara terjangkit seperti di Afrika Barat, yaitu Guinea, Liberia, Sierra Leone dan Nigeria. Di Guinea, ditemukan 607 kasus, dimana 443 kasus konfirmasi dan 406 penderita meninggal dunia (CFR 66,89%).

Di Liberia, tercatat 1.082 kasus, dengan 269 kasus konfirmasi dan 624 kematian (CFR 57,67 %). Sementara di Sierra Leone, dilaporkan 910 kasus dengan 804 kasus konfirmasi dengan 392 kematian (CFR 43,08%). Adapun di Nigeria ditemukan 16 kasus, dengan 12 kasus konfirmasi dengan 5 kematian (CFR 31,25%).

(G09)

Top