Libur Nataru, Kemenkes Optimalkan 15.746 Fasilitas Kesehatan

Reading time: 3 menit
Kemenkes mengoptimalkan 15.746 fasilitas pelayanan kesehatan di enam jalur mudik. Foto: Dini Jembar Wardani
Kemenkes mengoptimalkan 15.746 fasilitas pelayanan kesehatan di enam jalur mudik. Foto: Dini Jembar Wardani

Jakarta (Greeners) – Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengoptimalkan 15.746 fasilitas pelayanan kesehatan di enam jalur mudik. Hal itu sebagai upaya penguatan kesehatan bagi masyarakat yang pergi mudik.

Fasilitas yang Kemenkes optimalkan di antaranya 3.137 rumah sakit, 10.147 puskesmas, 51 kantor kesehatan pelabuhan (KKP), 2.059 pos pelayanan kesehatan, dan 352 public safety center (PSC).

Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan RI, Azhar Jaya menyampaikan terdapat enam jalur pemantauan fasilitas kesehatan dan pos kesehatan menjelang Nataru. Di antaranya jalur Jakarta-Palembang, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Yogyakarta, Surabaya-Bali-NTB, Medan-Padang, dan Makassar-Tana Toraja.

BACA JUGA: Waspadai Ancaman Polusi Udara saat Mudik

“Pos-pos tersebut nantinya berisi teman-teman tim pemantau dari daerah dan pemerintah pusat. Mereka akan terus memantau, apakah sudah berjalan atau ada kendala. Sehingga, bisa mereka selesaikan dengan cepat pada saat Nataru,” kata Azhar Jaya melalui keterangan rilisnya, Selasa (26/12).

Azhar menjelaskan, tim pemantau dari pusat Kemenkes beranggotakan 150 orang. Tim pemantau didukung oleh rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, dengan petugas berjumlah sekitar 15.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Khususnya, di kawasan wisata dan kerumunan.

“Tim pemantauan kesiapsiagaan ini tidak hanya memantau dari sisi pelayanan kesehatan saja. Tetapi juga, mengantisipasi berbagai kejadian. Seperti, kecelakaan yang terjadi pada saat mudik serta deteksi penyakit secara dini,” ungkap Dirjen Azhar.

Pemantauan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan jelang libur Nataru tersebut, telah dimulai sejak tanggal 18 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024 mendatang.

Kemenkes mengoptimalkan 15.746 fasilitas pelayanan kesehatan di enam jalur mudik. Foto: Kemenkes

Kemenkes mengoptimalkan 15.746 fasilitas pelayanan kesehatan di enam jalur mudik. Foto: Kemenkes

Kemenkes Siapkan Posko Kesehatan di Enam Jalur Mudik 

Sementara itu, dalam menyiapkan posko kesehatan di enam jalur mudik, Kemenkes melepas Tim Pemantauan Kesiapsiagaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Hari Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Jakarta, Kamis (21/12).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes, Kunta Wibawa Nugraha mengatakan, pelepasan tim pemantauan tersebut sebagai upaya sektor kesehatan dalam kesiapan pelayanan kesehatan. Khususnya, dalam rangka menghadapi hari libur Nataru.

“Pemerintah pusat telah bekerja sama dengan pemerintah daerah. Termasuk dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya dalam pemantauan jalur libur Natal dan Tahun Baru,” kata Sekjen Kunta melalui siaran pers di laman Kemenkes, Selasa (26/12).

Sekjen Kunta melanjutkan, Kemenkes menggerakkan pusat dan daerah untuk menyiapkan pos pelayanan kesehatan di pintu keluar tol. Bahkan, pos pelayanan kesehatan juga tersedia di jalur tol operasional, non-tol, atau tempat wisata, terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan.

Tim Pemantauan Mengontrol Kesiapan Pelayanan Kesehatan

Ketersediaan dan kesiagaan ambulans, persiapan puskesmas, rumah sakit dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga telah Kemenkes siapkan. Mereka pun melakukan promosi kesehatan dan penyebaran informasi secara masif terkait gerakan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan).

“Pelayanan kesehatan ini, bekerja sama dengan dinas kesehatan di daerah dan puskesmas dan juga pelayanan kesehatan lainnya. Arahnya adalah nanti ada di rest area, ada di jalur-jalur yang mudik. Termasuk di dalamnya, kami menyiapkan juga rumah sakit,” lanjut Sekjen Kunta.

Sekjen Kunta menambahkan, tim pemantauan akan mengontrol kesiapan di KKP. Mereka juga terus melihat kesiapan di stasiun kereta api, PSC, rumah sakit rujukan, puskesmas, pelabuhan, tempat Ibadah, tempat wisata, terminal bus, dan pos kesehatan (Poskes). Tim yang akan berangkat merupakan gabungan lintas program di Kemenkes.

BACA JUGA: Mudik 2019, Kemenkes Fokus Berikan Layanan Kesehatan kepada Pengemudi

Sementara itu, ia berharap tim pemantauan pos kesehatan dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat, khususnya bagi pejalan mudik saat Nataru, untuk terus menjaga protokol kesehatan. Apabila kurang sehat atau flu, sebaiknya pemudik menggunakan masker. Kemudian, apabila setelah melakukan perjalanan merasa kurang sehat atau sakit, sebaiknya segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top