KLHK Beri Bantuan Pakan Satwa ke Lembaga Konservasi

Reading time: 2 menit
Satwa Kebun Binatang
Seorang petugas di Kebun Binatang Bandung sedang memberi makan wortel pada seekor jerapah, Selasa, 5 Mei 2020. Foto: www.greeners.co/Dadan Sujana

Jakarta (Greeners) – Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga kehidupan satwa khususnya yang berada di lembaga konservasi umum seperti kebun binatang, taman satwa, taman satwa khusus, dan taman safari. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan bantuan pakan dan melarang pengelola lembaga untuk mengorbankan satwa koleksi sebagai pakan hewan lain.

“Satwa yang ada di lembaga konservasi merupakan satwa milik negara. Apabila akan dilakukan pemindahan atau pengurangan satwa untuk kebutuhan pakan satwa lain harus seizin kami dan mengikuti proses ketentuan yang berlaku,” ujar Direktur Jenderal KSDAE Wiratno, dalam keterangan resminya, Minggu, (18/05/2020).

Baca juga: UU Minerba Membuka Peluang Penyakit Menular Akibat Perluasan Wilayah Tambang

Dengan jumlah koleksi satwa karnivora, herbivora, burung, dan ikan yang berjumlah lebih dari 66.845 ekor, penutupan lembaga konservasi jelas memengaruhi operasional dalam mencukupi kebutuhan para hewan. Pemerintah juga mengalokasikan bahan pakan dan obat-obatan bagi lembaga yang membutuhkan.

Wiratno menuturkan, penutupan kebun binatang di masa pandemi menyebabkan pemasukan dari pengunjung terhenti. “Kondisi seperti ini yang banyak dihadapi oleh lk (lembaga konservasi) di Indonesia saat ini. Perlu kerja keras semua pihak termasuk PKBSI (Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia) untuk turut serta membantu,” ujarnya.

Dirjen KSDAE Wiratno

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno (kiri) melakukan peninjauan ke kebun binatang Gembira Loka, Yogyakarta. Foto: KLHK

Umumnya, satwa di lembaga konservasi berstatus dilindungi. Wiratno mengatakan, pemerintah bertanggung jawab memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik dan sehat.

Dihubungi Greeners secara terpisah, Kepala Satuan Pelaksana Promosi Taman Margasatwa Ragunan Ketut Widarsana mengaku bahwa lembaganya tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat. Taman Margasatwa Ragunan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta yang ditender setiap tahun untuk membiayai pakan hewan.

Baca juga: Pemerintah Lakukan Uji Klinis Tanaman Herbal untuk Penanganan Virus Corona

“Pakan satwa ragunan cukup aman sampai akhir tahun ini karena kebutuhannya dihitung selama kurun waktu satu tahun. Berbagai jenis satwa itu sudah dihitung, apa jenis pakan, volumenya, jenisnya,” ujarnya.

Menurutnya, wabah virus corona ini tidak terlalu berpengaruh terhadap biaya operasional pakan satwa di Ragunan. Dana bantuan dari KLHK, kata Ketut, diprioritaskan kepada lembaga konservasi yang mengajukan permohonan bantuan.

Taman Margasatwa Ragunan memiliki 2.280 ekor satwa yang terdiri dari primata, reptil, dan mamalia. Kebutuhan pakan paling banyak diberikan pada reptil karena memakan daging serta rumput yang mencapai ratusan kilo per hari.

Penulis: Dewi Purningsih

Top
You cannot copy content of this page