KLHK Gelar Festival Iklim Sebagai Tindak Lanjut Kesepakatan Paris

Reading time: 2 menit
Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Menindaklanjuti hasil kesepakatan Konferensi Perubahan Iklim (COP) 21 di Paris beberapa waktu lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan pemerintah Kerajaan Norwegia dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia akan menyelenggarakan Festival Iklim yang akan digelar pada 1-4 Februari 2016 di Jakarta Convention Center.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Nur Masripatin, dalam jumpa persnya mengatakan bahwa setelah selesai dengan kesepakatan Paris, pemerintah Indonesia akan mulai menginternalisasi apa saja hasil kesepakatan tersebut. Selain itu, ia juga menyatakan tengah menyiapkan posisi Indonesia untuk menuju negosiasi berikutnya.

“Dalam tindaklanjutnya kita telah melakukan evaluasi pertemuan Paris pada 18 Desember lalu, setelah itu pada 7 Januari 2016, ada pertemuan antar negosiator dan minggu depan kita ada Festival Iklim,” ujarnya, Jakarta, Kamis (28/01).

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Nur Masripatin. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Nur Masripatin. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Langkah selanjutnya, kata Nur, pemerintah akan mulai menyusun strategi tingkat nasional menuju tingkat internasional nantinya. Selain itu, pemerintah juga sudah mulai harus mempersiapkan para negosiator lebih awal agar memiliki persiapan yang lebih matang. Serta mulai menyiapkan dokumen lampiran ke United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada tahun ini.

“Kita juga bikin yang namanya Kampung Iklim dengan target 2000 kampung melalui kemitraan dengan berbagai pihak,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Festival Iklim digelar untuk menjadi wadah penyampaian poin-poin kesepakatan Paris kepada para pemangku kepentingan terkait perubahan iklim di Indonesia.

Festival Iklim akan memberikan informasi dan menyalurkan hasil-hasil penelitian dan penemuan terbaik yang terjadi di nasional dan sub nasional yang sejalan dengan komitmen kesepakatan Paris meliputi isu mitigasi, adaptasi, finance, transparency, capacity building dan technology transfer.

Acara yang diberi tajuk “Pengurangan Suhu 2 Derajat Celcius untuk Kesejahteraan Rakyat dan Generasi Mendatang” ini juga diisi dengan seminar, diskusi interaktif, pameran atau showcase good practice pengendalian perubahan iklim serta berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan 75 lembaga. Acara ini terbuka untuk umum.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page