Target KKP 2021: Produksi Perikanan Budidaya 19 Juta Ton

Reading time: 3 menit
target kkp 2021
Target KKP 2021: Produksi Perikanan Budidaya 19 Juta Ton. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Jakarta (Greeners) – Target produksi perikanan budidaya untuk tahun 2021 dari  Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sekitar 19,47 juta ton.

Target ini terdiri dari ikan sebesar 7,92 juta ton dan rumput laut 11,55 juta ton. Angka ini naik 1,03 juta ton dari target produksi 2020 yakni sebanyak 18,44 juta ton. KKP merancang target tersebut tanpa mempermasalahkan pandemi Covid-19.

“Meski era pandemi, kita sudah terbiasa dengan pola cara kerja saat ini. Pandemi Covid-19 masih menjadi momok penurunan ekonomi secara umum di semua sektor. Harapannya sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penopang kebangkitan ekonomi masyarakat,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, pada pernyataan resmi yang Greeners terima, Senin, (28/12/2020).

target kkp 2021

Target produksi perikanan budidaya untuk tahun 2021 dari  Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sekitar 19,47 juta ton. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Target KKP 2021: Perikanan Budidaya Layak Menjadi Sektor Unggulan

Slamet menuturkan, saat ini harus sudah memulai koordinasi dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah baik Provinsi/Kabupaten/Kota, guna membangun sinergitas pembangunan perikanan budidaya di daerah.

Dalam pernyataan yang sama, Koordinator Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Rokhmin Dahuri, mengatakan di tengah pandemi seperti sekarang, perikanan budidaya layak sebagai sektor unggulan.

Lebih jauh, Prof. Rokhmin menuturkan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia –75 persen total wilayah berupa laut dan 28 persen wilayah darat berupa ekosistem perairan tawar– Indonesia memiliki potensi produksi perikanan budidaya terbesar di dunia.

Menurut Prof. Rokhmin, potensi produksi perikanan budidaya Bumi Pertiwi sekitar 100 juta ton per tahun. Sayangnya, lanjutnya, hingga kini baru sekitar 16 persen yang termanfaatkan.

“Secara definisi perikanan budidaya bukan hanya menghasilkan protein hewan berupa ikan, udang, moluska. Tetapi bahan baku raw material berbagai jenis industri pun bisa disediakan oleh perikanan budidaya. Perencanaan yang matang penting guna terus menggarap potensi sehingga produktivitas perikanan budidaya kita bisa terus meningkat,” tegas Prof. Rokhmin.

target kkp 2021

Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan di tengah pandemi seperti sekarang, perikanan budidaya layak sebagai sektor unggulan. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca juga: BMKG Prediksi Potensi Bencana Awal Tahun 2021 Mirip 2020

Perlunya Big Data sebagai Fondasi Kinerja KKP

Masih dalam rilis yang sama, Anggota Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Laode M. Kamaluddin, menyebut data yang valid esensial dalam merealisasikan program dan kinerja.

Dalam menunjang efektivitas peningkatan tata kelola perikanan budidaya, KKP tengah membangun penguatan data dan informasi serta Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK).

Prof. Laode melanjutkan, data memiliki peran strategis, apalagi di era digital di mana data menjadi penentu.

“Jika tidak ada data maka disebut hoaks atau berita bohong. Maka di sinilah peranan penting dari data itu sendiri”, ujar Prof. Laode.

Data dan informasi, lanjutnya, menjadi begitu penting bagi KKP untuk pembangunan sistem perencanaan, pemantauan, evaluasi kinerja dan tata ulang data. Terutama untuk pembangunan perikanan budidaya yang memang ingin terus meningkatkan produktivitasnya.

“Bagi sekelas kementerian seperti KKP sudah sepatut dan selayaknya punya big data guna mengevaluasi, merencanakan program dan mencetuskan program pembangunan perikanan dan kelautan. Seperti program peningkatan perikanan budidaya yang bisa diakses dari waktu ke waktu, sehingga memudahkan dalam merencanakan dan menargetkan program dan peningkatan produksi perikanan dari tahun ke tahun,” pungkas Laode.

Penulis: Dewi Purningsih

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page