Earth Hour 2017, Jakarta Berhasil Hemat Listrik 157 Megawatt

Reading time: 2 menit
earth hour 2017
Foto: media.nationalgeographic.co.id

Jakarta (Greeners) – DKI Jakarta diakui telah berhasil menekan konsumsi listrik hingga 157 Megawatt dengan jumlah kadar karbon yang berhasil direduksi hingga 112,69 ton saat pelaksaan Earth Hour 2017 di Jakarta. Jumlah tersebut meningkat sekitar enam persen jika dibandingkan pada pelaksanaan Earth Hour tahun lalu.

“Tahun ini meningkat sekitar 6 persen. Earth Hour tahun 2016 itu kan penghematannya sebesar 148 Megawatt sementara CO2 yang mampu direduksi itu sebanyak 57,51 ton,” tutur Asisten Manajer Operasi Distribusi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya, Hendrix Reza melalui keterangan resminya, Minggu (26/03) pagi.

BACA JUGA: PLN Bangun Kabel Bawah Laut untuk Melistriki Gili Gede

Selain penghematan daya dan reduksi CO2, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan, pelaksanaan Earth Hour di lima titik simbol kota Jakarta serta ribuan lampu penerangan jalan umum (PJU) di 39 titik jalan yang dipadamkan pada pukul 20.30-21.30 pun telah berhasil menghemat penggunaan bahan bakar minyak sebesar 47.000 liter serta menghemat penggunaan listrik sebesar Rp 172.400.000.

“Selama satu jam pemadaman 5.393 lampu PJU yang dilakukan mulai pukul 20.30-21.30 telah berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 1.037 Watt. Lampu yang dipadamkan itu 4.876 lampu PJU dengan daya 200 Watt dan 517 lampu PJU berdaya 120 Watt,” kata Isnawa.

BACA JUGA: Presiden Akui Pencapaian Proyek Listrik 35 Ribu MW Belum Memuaskan

Sebagai informasi, dukungan Pemprov DKI untuk pelaksanaan Earth Hour ini telah dituangkan dalam Instruksi Gubernur Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pemadaman Lampu Pada Pelaksanaan Kampanye Earth Hour 2017. Seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat dan lurah juga diinstruksikan untuk mengampanyekan Earth Hour 2017.

Pencahayaan di lima simbol kota Jakarta yakni Gedung Balai Kota, Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran Hotel Indonesia, dan Patung Pemuda dipadamkan. Air mancur pun dimatikan listriknya sementara.

“Kami berharap aksi ini bukan seremonial belaka. Tapi, menjadi kebiasaan warga untuk senantiasa hemat energi,” tutup Isnawa.

Penulis: Danny Kosasih

Top