Mulai 4 Januari 2017, Jalur Semeru Ditutup untuk Pemulihan Ekosistem

Reading time: 2 menit
ekosistem
Pendaki memadati tepi Danau Ranu Kumbolo pada hari pertama pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru (01/05/2016). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Malang (Greeners) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memutuskan untuk menutup jalur pendakian ke Gunung Semeru mulai 4 Januari 2017. Penutupan yang bertujuan untuk memulihkan kembali ekosistem di kawasan Semeru ini dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru John Kennedie juga telah menginformasikan pengumuman ini melalu laman resmi BB TNBTS dan telah menyebar di berbagai media sosial sejak beberapa hari lalu.

Dalam pengumuman tersebut, selain untuk pemulihan ekosistem, penutupan jalur pendakian ke Semeru memang rutin dilakukan setiap tahun demi kenyamanan para pendaki. Sebab, pada saat musim pergantian cuaca cenderung buruk dan tidak menentu sehingga jalur pendakian ditutup untuk meminimalisir insiden kecelakaan yang terjadi.

BACA JUGA: Selama 2016, Tiga Pendaki Meninggal Dunia dan Satu Hilang di Semeru

Humas Balai Besar TNBTS, Antong Hartadi, menambahkan, kondisi jalur pendakian juga banyak yang rusak karena longsor maupun pohon tumbang sehingga membahayakan pendaki dan perlu pembenahan. “Semua pendaki paling lambat 4 Januari sudah turun sehingga (jalur pendakian) sudah steril,” kata Antong Hartadi, Selasa (03/01/2017).

Sebelumnya, jalur pendakian ke gunung tertinggi di Jawa ini sempat buka-tutup karena beberapa kali terjadi insiden pendaki yang tersesat maupun kecelakaan. Bahkan, ada satu pendaki asal Swiss, Lionel du Creux yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya meski sudah digelar Open SAR hingga 10 hari.

Lionel dilaporkan hilang pada 7 Juni 2016. Ia bersama rekannya mendaki Semeru pada 3 Juni 2016 tanpa melapor ke petugas di Pos Ranupane. Pendakian diputuskan dibuka kembali pada 21 Juni 2016.

BACA JUGA: Catatan Awal Tahun Menteri LHK, dari Taman Nasional hingga Sampah di Laut

Meski saat ini pendakian ke Semeru ditutup, namun wisatawan masih bisa mengunjungi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru seperti Danau Ranu Pani dan Ranu Regulo serta menyaksikan panorama Gunung Bromo dari B29 atau Penanjakan. Mengunjungi kawasan Tengger dengan segala kekayaan seni dan budayanya juga tidak kalah seru untuk dilewatkan.

Penulis: HI/G17

Top
You cannot copy content of this page