Palyja Akan Hentikan Pasokan Air Selama Tiga Hari Pasca Lebaran

Reading time: 1 menit
palyja
Ilustrasi: IUCNweb/Flickr.com

Jakarta (Greeners) – Suplai air bersih di beberapa rumah pelanggan Palyja pasca hari raya Idul Fitri, yaitu sejak Jumat (08/07) hingga Minggu (10/07), akan terhenti sementara karena akan dilakukan pekerjaan teknis di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 Pejompongan, Jakarta Pusat.

Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head Palyja, Meyritha Maryanie melalui keterangan tertulisnya menyatakan, akibat pekerjaan teknis tersebut, beberapa wilayah pelayanan Palyja akan mengalami penurunan suplai air. Seperti di Bendungan Hilir, Kartini, Karang Anyar, Maphar, Taman Sari, Pluit, Tangki, Mangga Besar, Mangga Dua Selatan, Kebon Kelapa, Pasar Baru, Petamburan, Tomang, dan Cideng.

Lalu di Kebon Melati, Petojo Utara, Duri Pulo, Kali Anyar, Duri Selatan, Duri Utara, Tanah Sereal, Krukut, Keagungan, Glodok, Krendang, Jembatan Besi, Angke, Tambora, dan Senayan, Selong, Petogogan, Rawa Barat, Melawai, Gunung, Kramat Pela, Manggarai, Manggarai Selatan, Bukit Duri, Menteng Dalam, Tebat Barat, Tebet Timur, Kebon Baru, Pancoran, dan Cikoko.

BACA JUGA: Masalah Air Bersih, BPPT Rekomendasikan Teknologi Biofiltrasi dan Ultrafiltrasi

“Pekerjaan teknis di IPA Pejompongan ini akan menghentikan produksi air minum untuk sementara waktu yang berdampak pada beberapa wilayah pelayanan Palyja sejak dimulai pekerjaan tersebut hari Jumat (08/70) pukul 01.00 WIB hingga Minggu (10/07),” katanya, Jakarta, Senin (04/07).

Sedangkan untuk suplai air yang terhenti akan terjadi di wilayah Ancol, Pinangsia, Tambora, Roa Malaka, Pekojan, Penjaringan, Pejagalan, Pluit, Perniagaan, Jembatan Lima, Pademangan Barat, Petojo Selatan, Kebon Sirih, Gambir, Cikini, Menteng, Kota Bambu Utara, Kota Bambu Selatan dan Kampung Bali.

“Pasokan air minum Palyja akan kembali normal secara bertahap mulai Senin, 11 Juli 2016, pukul 10.00 WIB. Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh pelanggan agar mengisi bak-bak penampungan dan menghemat penggunaan air, guna mengantisipasi gangguan suplai air,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top