Penyebab Munculnya Paus Orca di Perairan Indonesia

Reading time: 2 menit
Paus Orca
Paus orca merupakan mamalia laut yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Foto: uk.whales.org

Jakarta (Greeners) – Dalam beberapa bulan terakhir sekelompok paus orca terlihat di perairan Indonesia. Kemunculan paus predator berjenis Orcinus orca di perairan Inobonto, Kabupaten Boolang Mongondow, Sulawesi Utara ini merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh migrasi spesies.

“Migrasi lazim terjadi pada mamalia laut dengan pola pergerakan yang mengikuti suhu air laut untuk mencari makan,” ujar Indra Exploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada pernyataan resminya di Jakarta, Jumat, (10/07/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19, Momentum Membangun Tanpa Merusak Lingkungan

Paus orca pertama kali terlihat pada bulan April 2020 di perairan Anambas, Kepulauan Riau. Kemunculan berikutnya terjadi di pesisir pantai Desa Wureh, Flores Timur dan di perairan Biak Numfor, Provinsi Papua, pada 21 Juni lalu. Terakhir pada Rabu, 24 Juni 2020 paus pembunuh itu kembali terlihat di perairan Inobonto, Sulawesi Utara.

Spesies paus yang terlihat di pesisir perairan Inobonto tersebut merupakan bayi paus orca dengan panjang sekitar 2 meter. Ia diperkirakan terdampar karena terlepas dari kawanan dan kemudian diselamatkan oleh nelayan setempat. Bayi mamalia laut tersebut menarik perhatian masyarakat setempat dan menjadi viral di media sosial.

Paus Orca

Paus Orca. Foto: uk.whales.org

Kejadian tersebut dilaporkan warga ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara dan diteruskan ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar. Bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Bolaang Mongondow serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP), bayi paus dievakuasi dan dikembalikan ke laut lepas. Untuk memastikan bayi paus orca tidak kembali ke wilayah pesisir upaya pemantauan dilakukan hingga sore harinya.

Sama seperti satwa liar lain, paus orca tidak terbiasa hidup berdekatan dengan manusia sehingga adanya interaksi yang berlebihan akan mengakibatkan satwa mengalami gejala stres atau tertekan. Akibatnya dapat membahayakan manusia atau pun satwa itu sendiri.

Baca juga: Pengawasan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Masih Longgar

Sebelumnya, pada 2018 kemunculan paus orca juga tercatat di perairan Maratua, Kalimantan Timur. Tahun berikutnya, mereka terlihat di Teluk Manado, Sulawesi Utara, dan terakhir diketahui berada di perairan Biak Numfor, Papua.

“Kemunculan paus orca salah satunya karena perairan di Indonesia merupakan jalur lintas kelompoknya yang terdiri atas 5-7 ekor,” ucap Indra.

Indra pun meminta masyarakat lebih waspada dalam berinteraksi langsung dengan mamalia laut ini. Paus orca merupakan hewan karnivora yang memiliki gigi sangat tajam untuk memangsa. Meskipun begitu paus orca tidak menjadikan manusia sebagai target buruannya.

Penulis: Dewi Purningsih

Top