Permasalahan Lingkungan Hidup Tidak Bisa Dikerjakan Oleh Satu Pihak

Reading time: 2 menit
permasalahan lingkungan
Ir. Erna Witoelar. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Melihat persoalan lingkungan hidup, tidak bisa hanya dari satu sisi saja. Persoalan sosial seperti kemiskinan, hukum dan budaya juga sudah seharusnya menjadi satu kesatuan jika ingin benar-benar membenahi lingkungan hidup di Indonesia.

Andi Erna Anastasjia Walinono atau lebih dikenal dengan nama Ir. Erna Witoelar, Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada Kabinet Persatuan Nasional di era pemerintahan Abdurrahman Wahid, mengatakan, semua konteks persoalan tersebut selalu menjadi pekerjaan rumah sejak lama.

BACA JUGA: Indonesia dan Denmark Perkuat Kerjasama Pengelolaan Lingkungan

Walaupun semua konteks tersebut telah tercakup dalam Suistainable Development Goals (SDGs) yang diaplikasikan juga di Indonesia dan bahkan masuk dalam program pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) baik pusat maupun daerah, katanya, Indonesia tetap masih membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni agar dapat membantu percepatan pelaksanaan SDGs dan RPJMN yang telah dirancang.

“Persoalan lingkungan hidup di Indonesia bisa kita katakan sudah sampai taraf darurat. Oleh karena itu ini bukan hanya kerja pemerintah saja, melainkan semua pihak dalam konteks yang lebih luas,” terangnya dalam diskusi buku bertajuk “Erna Witoelar Membangun Jembatan” di Jakarta, Senin (06/02).

Menyangkut persoalan SDM ini memang tidak mudah. Erna menceritakan situasi yang terjadi pada masa kepemimpinan dirinya sebagai menteri. Saat itu, terusnya, mencari SDM yang berkualitas dan berminat pada isu lingkungan hidup dan semua yang terkait dengan hal tersebut tidaklah mudah. Menurutnya, tidak banyak SDM yang mengerti kalau seluruh isu tersebut tidak bisa berjalan sendiri dan harus dikerjakan secara holistik (terpadu).

“Bahkan bisa dikatakan sangat langka mencari SDM seperti itu. Oleh karenanya, ini masih menjadi pekerjaan rumah untuk bisa menularkan semangat dan kerja keras untuk terus-menerus mengangkat persoalan lingkungan hidup dan kepedulian sosial di Indonesia,” katanya.

BACA JUGA: Perlu Kerjasama Banyak Pihak Hadapi Kejahatan Terhadap TSL

Sebagai informasi, buku “Erna Witoelar Membangun Jembatan” akan diluncurkan pada 10 Februari mendatang. Buku tersebut ditulis oleh Safrita Aryana, penulis buku untuk DR. HC. Martha Tilaar dan penulis buku Urban Transport. Buku setebal 259 halaman ini merupakan biografi intelektual Erna Witoelar yang mengungkapkan pokok pikiran dan hal-hal yang telah dilakukannya sebagai aktivis dan penggiat lingkungan hidup.

Diharapkan, para generasi muda bisa menjadikan buku tersebut sebagai sumber inspirasi, khususnya bagi perempuan. Karena menurut Erna, kemajuan suatu bangsa terletak pada generasi muda yang peka, peduli, mau belajar dan siap untuk mengoreksi diri serta menerima kritik dari orang lain.

Penulis: Danny Kosasih

Top