Rayakan Kemerdekaan, 20.000 Benih Ikan Endemik Sungai Brantas Dilepas

Reading time: 2 menit

Malang (Greeners) – Merayakan kemerdekaan Republik Indonesia, ternyata tidak hanya dengan upacara bendera dan mengikuti perlombaan.

Seperti yang dilakukan oleh berbagai komunitas seniman dan pegiat lingkungan dengan melepas 20.000 benih ikan endemik, seperti Ikan Kotes dan Wader di hulu Sungai Brantas yang berada di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kec/Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2013).

Pelepasan ribuan benih ikan ini dilakukan setelah mereka menggelar upacara bendera di tepi sungai yang menjadi penopang kebutuhan hidup masyarakat Jawa Timur ini.

Juru bicara kegiatan Frenky Welia mengatakan, selain ikan Wader dan kotes, sebenarnya masih ada ikan endemik Sungai Brantas seperti Sengkaring dan Cengor. Namun karena sulit mencari bibitnya, ikan yang dilepas Wader, Kotes dan Nila sebagai pengganti Sengkaring dan Cengor.

“Sengkaring dan Cengor sekarang sulit ditemui di sepanjang Sungai Brantas,” kata Frenky, yang juga aktif di organisasi Orang Indonesia (Oi) Malang.

Ia menyebutkan, berdasarkan suvei dua bulan terakhir di beberapa titik sepanjang Sungai Brantas yang berada di Kota Batu dan Kota Malang saja sudah sulit ditemui ikan-ikan tersebut.

Padahal, kata Frenky, sebelum tahun 2005, banyak ditemui jenis ikan endemik itu. Ia juga mengajak masyarakat sekitar agar tidak mencari ikan dengan menggunakan potas atau setrum listrik agar ikan-ikan endemik Sungai Brantas tidak punah.

Ia yakin harapan hidup ikan-ikan yang dilepas ini antara 50-70 persen karena dilepas di arus yang tidak terlalu deras. Selain itu, kualitas air yang berada di hulu juga lebih baik dari pada yang berada di hilir.

Frenky menambahkan, selain mengajak masyarakat sekitar sungai, mereka juga bekerjasama dengan Perum Jasa Tirta I untuk mendapatkan benih ikannya.

Salah satu warga sektiar, Sofyan, mengaku tertarik dengan aksi semacam ini, selain turut menghormati perjuangan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, juga dapat membantu melestarikan lingkungan dengan penebaran ribuan benih ikan endemik Sungai Brantas.

Salah satu penggagas acara, Ugik Arbanat, menjelaskan, keterlibatannya dengan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian beragam komunitas untuk turut melestarikan ekosistem di Sungai Brantas. “Sebagai musisi, sebisa mungkin saya bisa berbuat untuk Indonesia, salah satunya terlibat penebaran benih ikan ini,” katanya.

Sebelum melepas benih ikan, berbagai komunitas yang terlibat seperti Oi Malang, Arbanat String Ensemble, Indonesia Dragonly Society (IDS), serta komunitas lainya menggelar upacara kemerdekaan ke-68 RI. Setelah itu, mereka menampilkan berbagai aksi teatrikal dan lagu-lagu tentang alam dan lagu-lagu kebangsaan yang diiringi kolaborasi Arbanat String Ensemble dan Oi dengan alat musik sederhana. (G17)

Top
You cannot copy content of this page