Ribuan Ikan Mati, Warga Aceh Timur Protes Pabrik Buang Limbah Ke Sungai

Reading time: 2 menit

Aceh Timur (Greeners) – Ribuan ikan mati mengapung di sungai di Desa Aramiyah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur sejak seminggu yang lalu (17/02). Warga Desa Aramiyah menduga matinya ikan-ikan itu akibat keracunan limbah pabrik kelapa sawit PT. Ensem Sawita yang dibuang ke sungai.

Salah seorang warga Desa Aramiyah, Abdul Wahab Aye mengatakan sejak beroperasi mulai Maret 2010, pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) PT. Ensem Sawita sudah berkali-kali membuang limbah ke sungai melalui saluran (alur) sungai. Dia mengatakan setiap pabrik tersebut membuang limbah pasti ikan-ikan mati mengapung. “Sejak pabrik itu berdiri sudah lima kali peristiwa ini terjadi, ikan mati semua ketika pabrik itu membuang limbahnya ke alur desa,” ungkap Abdul Wahab.

Seorang warga Desa Aramiyah lainnya, Warto mengatakan pada Jumat(17/2) pabrik PKS Ensem Sawita kembali membuang limbah ke Alur yang muaranya ke sungai. Kemudian pada hari itu warga mendapati ikan-ikan mati mengapung di sepanjang alur sungai. “Sejak hari Jumat lalu sudah banyak ikan yang mati mengapung di alur ini,” ungkap Warto.

Dari pantauan kontributor Greenersmagz, hingga berita ini ditulis masih ada bangkai ikan yang mengapung.
Kepala Desa Aramiyah, Zailani membenarkan dugaan matinya ikan akibat tercemarnya air di alur sungai karena limbah cair dari pabrik pengolahan kelapa sawit yang terletak di desanya.

Zailani mengatakan sudah berulang kali warga memprotes kelakuan pihak pabrik PKS tersebut. Warga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pejabat kecamatan dan Badan Lingkungan Hidup Daerah. Dia mengatakan pada pertemuan antara warga dengan pihak PKS pada 2010 lalu, telah disepakati pihak pabrik PKS Ensem Sawita berjanji tidak akan membuang limbah ke alur sungai desa. Akan tetapi pabrik itu kembali membuang limbah ke alur sungai.

Manager Pabrik PKS PT. Ensem Sawita, Samirin membantah tuduhan warga bahwa matinya ribuan ikan itu adalah akibat limbah dari pabrik. Meskipun diakui bahwa pabrik PKS memang ada membuang air bekas pengolahan buah kelapa sawit ke alur sungai. Namun katanya air tersebut bukan tergolong air limbah. Air itu katanya disebut bekas pencucian boiler, sudah steril dan bebas dari kadar yang mengandung racun.

“Memang ada membuang air bekas boiler tapi itu bukan limbah,” ucap Samirin saat dikonfirmasi.
Samirin membenarkan pihaknya membuang air bekas pencucian bak penampungan air boiler pada Jumat (17/2) lalu. Tetapi bukan ke alur sungai. Hanya saja karena secara geografis posisi pipa pembuangan limbah pabrik lebih tinggi dari alur sungai maka secara otomatis air boiler yang dibuang pasti mengalir ke alur sungai.

Sementara Penasehat hukum pabrik PKS Ensem Sawita, Muslim Agani mengatakan pada Jumat tersebut Badan Lingkungan Hidup (BLH) Aceh Timur dan Dinas Perikanan Aceh Timur telah mengambil sampel air dan ikan mati untuk dilakukan pemeriksaan laboraturium di Medan, Sumatra Utara. Jika terbukti benar mengandung racun dan menjadi penyebab matinya ikan-ikan tersebut, maka pihak pabrik PKS Ensem sawita akan betanggung jawab.

Kepala BLH Aceh Timur, Syaiful Azhar mengatakan pihaknya sudah beberapa kali memperingatkan pabrik PKS Ensem Sawita agar tidak membuang limbah ke alur sungai. BLH juga memfasilitasi pertemuan PT Ensem Sawit dangan warga yang menghasilkan kesepakatan bahwa pabrik PKS tidak akan membuang limbah ke alur sungai. “ Pabrik PKS sudah berjanji tidak akan membuang limbah ke sungai,” ungkap Syaiful Azhar.(G14)

Top
You cannot copy content of this page