Bunga Japanese Camellia, Penghasil Minyak Tsubaki dari Jepang

Reading time: 2 menit
Meski pertumbuhannya cukup lambat, tetapi tanaman ini berumur panjang. Foto: Inaturalist

Tanaman berbunga camellia, tsubaki, atau japanese camellia memiliki nama ilmiah Camellia japonica. Berasal dari famili Theaceae yang terdiri dari sekitar 40 genus pohon atau semak belukar yang tumbuh di daerah tropis.

Oleh karena itu, tanaman camellia berkerabat dengan pohon franklin (Franklinia alatamaha), Red bay (Gordonia lasianthus), silky camellia (Stewartia malacodendron), dan lainnya.

Sementara itu, tanaman camellia memiliki lebih dari 30.000 kultivar yang beragam bentuk dan warnanya. Oleh sebab itu, jangan kaget bila anda menemukan bunga camellia dengan penampilan berbeda-beda. Penamaan genus Camellia diambil dari nama Georg Josef Kamel (1706), seorang misionaris Yesuit dan naturalis yang memperkenalkan flora Filipina ke Eropa.

Selain itu, tanaman camellia juga memiliki banyak nama sinonim di antaranya Thea japonica (L.) Baill, Camellia bonnardii Berl. ex Lem, Camellia hozanensis (Hayata) Hayata, Thea nakaii Hayata, dan lainnya.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Tanaman berbunga camellia mengalami pertumbuhan yang cukup lambat, tetapi merupakan tanaman yang berumur panjang. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 10 meter dan biasanya berbentuk piramida dan lebat. Daunnya tumbuh berseling dengan bentuk bulat telur hingga elips, panjangnya 2,5 hingga 10 cm. Ujung daunnya meruncing dan tepinya bergerigi, berwarna hijau tua yang berkilau di bagian atasnya.

Bunga camellia termasuk bunga sempurna, yakni memiliki tangkai bunga, dasar bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari. Lebar bunganya berkisar antara 6 hingga 13 cm dan tidak mengeluarkan bau wangi. Biasanya bunga berwarna putih, merah muda, dan merah, dengan berbagai bentuk, misalnya, tunggal, semidouble, ganda formal, peony, dan lainnya.

Melansir berbagai sumber, tanaman camellia tidak tahan dingin, berdaun sepanjang tahun, dan berbunga pada bulan April hingga bulan Juni. Sedangkan bijinya akan matang di bulan Oktober.

Habitat dan Distribusi Japanese Camellia

Tanaman ini umumnya ditemukan pada area hutan atau perkebunan yang teduh (tertutup vegetasi lebat), semi teduh (vegetasi sedang), atau tanpa naungan. Tanaman camellia juga menyukai tanah yang lembap, berpasir, ataupun tanah lempung. Persebaran asli tanaman camellia ialah di China, Korea, Jepang, hingga Taiwan. Namun, telah terdistribusi secara luas di berbagai negara sebagai tanaman hias, terutama di daerah subtropis.

Kandungan dan Manfaat

Tanaman berbunga camellia dapat masyarakat manfaatkan sebagai tanaman hias di kebun rumah dan sebagai pagar tanaman. Biji tanaman ini menghasilkan minyak yang disebut “minyak tsubaki” yang dapat merawat rambut dan bisa masyarakat konsumsi.

Selain itu, bunganya dapat kita masak sebagai sayuran ataupun dicampur dengan bahan makanan lain. Di Jepang bunga camellia masyarakat gunakan sebagai salah satu bahan pembuatan mochi. Sedangkan bagian daunnya dapat sebagai pengganti daun teh.

Sementara itu, bunga camellia bersifat astringen, antihaemoragik, dan hemostatik. Penggunaannya dapat kita campur dengan minyak wijen sebagai obat luka bakar. Selain itu, tanaman ini juga mengandung senyawa anti kanker.

Taksonomi Japanese Camellia

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Top