Galerina Marginata, Jamur Beracun yang Tumbuh di Kayu

Reading time: 3 menit
Galerina Marginata. Foto: Shutterstock

Galerina marginata adalah salah satu jenis jamur beracun paling mematikan di dunia. Ia ahli ketahui mengandung senyawa amatoksin yang dapat menimbulkan halusinasi, sakit kepala, serta gangguan otot dan irama jantung bagi orang yang mengonsumsinya.

Tergabung dalam keluarga fungi Cortinariaceae (Agaricales), Autumn Skullcap (sebutan bagi jamur Galerina marginata) sebenarnya pakar identifikasi sebagai fungi pelapuk putih.

Ia berkerabat dekat dengan Phanerochaete chrysosporium dan Pleurotus ostreatus (jamur tiram), sehingga memiliki kemampuan mendegradasi lignin limbah menjadi CO2 dan H2O.

Menurut penelitian, spesies autumn skullcap sendiri dapat kita temukan di banyak tempat. Ia menyebar mulai dari Eropa Tengah dan Utara, Asia, Amerika Utara, hingga Australia.

Sejarah dan Klasifikasi Jamur Galerina Marginata

Pada mulanya, spesies Galerina marginata memiliki nama latin Agaricus marginatus. Jamur ini ditemukan oleh ahli fungi Jerman, August Johann Georg Karl Batsch pada tahun 1789.

Saat itu semua jamur yang mempunyai pelapis tipis (lamela) ilmuwan kelompokkan dalam genus Agaricus. Namun melalui riset lanjutan, nama jamur ini pakar nyatakan berubah.

Kata ‘Galerina marginata’ sendiri diberikan oleh Robert Kuhner. Menurutnya, Galerina dan Agaricus berasal dari keluarga berbeda, sehingga klasifikasi genusnya harus ahli pisahkan.

Jika kita telaah lebih jauh, morfologi Galerina justru lebih mirip dengan jamur Armillaria. Ukuran Armillaria memang lebih besar, namun keduanya memiliki warna kecokelatan.

Selain itu Armillaria menghasilkan deposit spora berwarna putih. Tudung buah Galerina biasanya terlihat kilat, sedangkan Armillaria ditumbuhi bulu kaku berwarna kehitaman.

Terdapat empat kelompok jamur yang tersebar di seluruh dunia. Autumn skullcap termasuk dalam kelompok Basidiomycota, sehingga buahnya berisikan basidiospora dan basidium.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Jamur Galerina Marginata

Jamur dalam kelompok Basidiomycota umumnya mempunyai organ berupa tudung (pileus), lamela (bilah), cincin (annulus), cawan (volva), tangkai (stipe), hingga akar semu (rhizoid).

Kendati demikian, tidak semua anggota fungi ini memiliki susunan yang lengkap. Beberapa di antaranya tidak memiliki 1 – 2 bagian, sedang yang lain hanya memiliki setengahnya saja.

Perlu Anda ketahui, Basidiomycota merupakan kelompok jamur terbesar kedua setelah Ascomycota. Ciri fisiknya cukup spesifik, yakni mempunyai badan buah berukuran besar.

Galerina marginata bahkan bertubuh paling bongsor, jika kita bandingkan dengan saudara sespesiesnya. Ia tidak tumbuh pada lumut, melainkan langsung di permukaan batang kayu.

Ciri lain yang bisa kita temukan pada spesies jamur autumn skullcap adalah jejak sporanya. Jamur tersebut menghasilkan jejak spora kecokelatan, coraknya terlihat seperti karat.

Cincin pada batang Galerina marginata juga sangat tipis. Di sebagian habitat corak cincin terlihat sangat samar, sedang di habitat lainnya corak tersebut sama sekali tidak tampak.

Kandungan Racun pada Jamur Galerina Marginata

Kandungan amatoksin pada Galerina marginata sejatinya baru ahli temukan di tahun 1963. Walau berisiko mematikan, kadarnya terhitung lebih kecil daripada kelomok fungi Amanita.

Berdasarkan penelitian, pakar menemukan jejak beta amanitin dan alfa amanitin dalam tiap gram Galerina kering. Kultur miseliumnya pun diketahui mampu memproduksi amatoksin.

Dosis racun fungi ini kemungkinan setara dengan 100 – 150 g jamur segar. Meski begitu, jumlahnya yang sedikit masih dapat mengakibatkan keracunan yang membahayakan.

Merujuk laman Science Direct, gejala toksin Galerina marginata mirip seperti keracunan jamur Death Cap; mengalami diare, muntah-muntah, kerusakan hati, hingga kematian.

Dalam beberapa kasus orang yang menelan autumn skullcap turut merasakan halusinasi. Hal ini mungkin saja terjadi, mengingat jamur tersebut juga mengandung senyawa halusinogen.

Mengidentifikasi jenis jamur liar yang layak konsumsi memang sulit. Karena itu jika tidak memiliki kemampuan mumpuni, jangan pernah mencoba memakan jamur tersebut ya.

Taksonomi Spesies Jamur Autumn Skullcap

Penulis: Yuhan Al Khairi

Top

You cannot copy content of this page