Padmosari, Bunga Rafflesia Mini Endemik Pulau Jawa

Reading time: 3 menit
Fauna ini dijuluki Rafflesia mini dan tergolong endemik di Indonesia. Foto: Shutterstock

Tidak hanya di Bengkulu, spesies bunga rafflesia nyatanya pernah ahli temukan di Pulau Jawa. Selain berbentuk unik, bunga tersebut juga mampu mengeluarkan bau yang khas. Inilah Rafflesia zollingeriana, jenis bunga bangkai yang awam kenal sebagai Padmosari.

Patmosari atau padmosari adalah julukan bagi warga lokal untuk spesies R. zollingeriana. Bunga ini terbilang sangat langka, sebab hanya bisa kita temukan di sekitar Pulau Jawa.

Padmosari mulanya menyebar terbatas di Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Lumajang. Populasinya semakin menipis, sampai hanya tersisa di Taman Nasional Meru Betiri saja.

Bunga ini ditemukan oleh ahli botani Belanda, Sijfert Hendrik Koorders, pada tahun 1918. Karena berukuran cukup kecil, orang-orang menyebutnya sebagai bunga rafflesia mini.

Morfologi dan Ciri-Ciri Bunga Rafflesia Zollingeriana

Selain ukurannya, tidak ada perbedaan spesifik antara jenis R. Zollingeriana dan R. arnoldii. Mereka sama-sama berwarna merah, serta memiliki titik putih pada permukaan bunganya.

Dalam keadaan mekar, diameter bunga padmosari hanya berkisar 15-33 cm. Ini jelas lebih kecil dibandingkan sepupunya, yang mampu berkembang biak hingga selebar satu meter.

Bunga merupakan satu-satunya organ padmosari yang dapat kita lihat secara kasat mata. Pertumbuhannya ilmuwan tandai dari proses pembengkakan pada akar tumbuhan inang.

Kelompok bunga rafflesia umumnya tidak mempunyai butir-butir klorofil, namun memiliki akar isap atau haustorium. Mereka tumbuh sebagai holoparasit pada jenis tumbuhan liana.

Karena itu ketika inangnya mati, bunga padmosari biasanya akan mati juga. Flora tersebut kehilangan kemampuan menyerap unsur organik dan anorganik dari jaringan inangnya.

Apabila kita selisik lebih jauh, terdapat bagian cakram dan prosessus pada bagian dasar bunga rafflesia. Di situ juga tersimpan bagian annulus, anther, hingga indung telur bunga.

Klasifikasi dan Karakter Bunga Rafflesia Zollingeriana

Sampai saat ini, ada 17 jenis bunga rafflesia yang berhasil ahli identifikasi dari seluruh dunia. Menariknya, 12 dari spesies tersebut justru bersifat endemis dan berasal dari Indonesia.

Rafflesia sendiri adalah kelompok tumbuhan liar yang tergabung dalam famili Rafflesiaceae. Mereka pakar gabungkan dalam kelas tanaman Magnoliopsida dengan ordo Malpighiales.

Perlu Anda ketahui, R. Zollingeriana awalnya justru ahli setarakan dengan spesies R. patma dan R. horsfieldii. Namun hal itu kemudian ilmuwan anulir lewat riset morfologi lanjutan.

Merujuk publikasi LIPI, dapat kita ketahui bahwa posisi ramenta R. zollingeriana tersebar sampai ke dalam jendela (window), sementara ramenta R. patma berada di balik perigone.

Selain itu spesies R. zollingeriana mempunyai satu annulis, sedangkan R. patma terdiri atas dua annulus. Berdasarkan hal itulah, kedua varietas bunga rafflesia ini ahli anggap berbeda.

Padmosari adalah tumbuhan berumah dua, sehingga proses penyerbukannya memerlukan paling sedikit dua bunga, yang mekar secara bersamaan dari jenis kelamin yang berbeda.

Habitat dan Distribusi Bunga Rafflesia Zollingeriana

Spesies R. zollingeriana umumnya tumbuh di area kaki bukit sampai lereng-lereng sebelah atas. Mereka tertanam di wilayah yang datar hingga curam pada ketinggian 1-270 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), bunga endemis ini banyak pakar jumpai di Blok Krecek. Namun pada Juni 2018, tim konservasi kembali menemukan satu padmosari yang mekar di Blok Parangkulon.

Bunga tersebut memiliki diameter sekitar 67 cm. Ia lantas ahli temukan telah membusuk dan menghitam pada tanggal 6 Juni 2018, setelah mekar kurang lebih selama lima hari.

Sebagai informasi, masa pertumbuhan bunga rafflesia rata-rata mencapai sembilan bulan. Namun, durasi mekarnya terbilang sangat singkat karena hanya mencapai 3-5 hari saja.

Padmosari tergolong sebagai flora dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999. Menurut IUCN Red List, populasi bunga ini terhitung sangat minim sehingga berada di level genting.

Secara garis besar upaya konservasi bunga rafflesia telah Balai TNMB lakukan, yakni dengan membangun plot permanen di Blok Parangkulon dan Blok Krecek, serta monitoring populasi.

Taksonomi Spesies Bunga Bangkai Padmosari

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page