Iris Jepang, Tanaman Hias Cantik yang Sangat Kuat

Reading time: 2 menit
Tanaman ini mampu bertahan hidup pada suhu beku -20 derajat Celcius. Foto: Shutterstock

Selain sakura, spesies Iris ensata mungkin menjadi salah satu tanaman hias paling populer di negara Jepang. Corak dari tumbuhan berjuluk iris Jepang ini memang sangat indah. Spesiesnya bahkan memiliki berbagai jenis kultivar, sehingga sangat cocok dijadikan flora budi daya.

Spesies I. ensata tergabung dalam famili Iridaceae dan tentunya genus Iris. Tumbuhan berordo Asparagales ini dikenal juga sebagai iris air Jepang, atau hanashōbu dalam bahasa Jepang.

Di negara asalnya, sebutan “iris Jepang” sendiri tidak hanya merujuk pada spesies I. ensata saja. Nama tersebut diasosiasikan juga dengan I. sanguinea and I. laevigata, dua spesies dari genus yang sama.

Sebagai informasi, genus atau marga Iris sendiri sedikitnya membawahi 260–300 spesies. Nama genus ini diambil dari bahasa Yunani “pelangi,” sekaligus merupakan nama dewi pelangi bagi masyarakat Yunani kuno.

Deskripsi dan Ciri-Ciri Iris Jepang

Iris Jepang adalah tanaman herba berimpang tegak yang tumbuh setinggi 80 cm. Flora ini dapat kita kenali dari daunnya yang berbentuk tali, serta memiliki bunga berwarna putih dengan corak ungu tua.

Jika diperhatikan, tampilan bunga I. ensata cukup mirip dengan spesies anggrek. Ukuran bunganya pun relatif besar, sebab diameternya dapat mencapai 10 inci atau sekitar 30 cm.

Tidak cuma putih dan ungu, kultivar atau hasil hibridasi tumbuhan ini juga mampu menghasilkan bunga bercorak putih kebiruan, lavender, ungu bercorak merah, hingga putih bercorak merah muda.

Beberapa kultivarnya bahkan diganjar penghargaan Royal Horticultural Society of Garden Merit, sebab dianggap memiliki tampilan yang indah sehingga layak untuk dibudidayakan.

Di Jepang sendiri, hanashōbu telah dipelihara oleh masyarakat sejak 500 tahun silam. Peta distribusinya pun kini sudah sangat luas, meliputi wilayah Cina, Korea Selatan, Rusia, hingga Amerika Serikat.

Habitat dan Karakteristik Iris Jepang

Iris Jepang merupakan tumbuhan yang sangat kuat. Meskipun tidak tergolong sebagai flora musim dingin, tanaman satu ini dapat bertahan hidup pada suhu beku mencapai -20 derajat Celsius.

Di habitat aslinya, spesies I. ensata tumbuh pada tanah yang asam dengan kandungan humus tinggi. Mereka juga menyukai daerah yang lembap, basah atau bahkan tergenang, misalnya seperti rawa-rawa.

Karena itu, banyak masyarakat yang menjadikan Iris ini sebagai tanaman hias air. Mereka mekar pada awal hingga akhir musim panas, serta merupakan jenis Iris terakhir yang mekar di habitatnya.

Melansir berbagai sumber, hanashōbu membutuhkan sinar matahari penuh agar tumbuh secara sempurna. Beberapa kultivarnya juga dapat tertanam di area teduh, tetapi dengan tingkat kelembapan yang pas.

Rimpangnya sendiri dapat menyebar dan membentuk rumpun besar, meskipun tidak bersifat invasif. Bagian ini juga mampu menghasilkan bahan kimia beracun yang dapat menimbulkan rasa mual jika tertelan.

Budi Daya dan Merawat Iris Jepang

Iris Jepang bisa ditanam melalui biji maupun rimpangnya. Proses transplantasi daun juga dapat dilakukan, yakni dengan menanam daun sepanjang 10–15 cm ke dalam pot berisi tanah sedalam 5 cm.

Jaga agar media tanamnya tetap lembap. Mereka membutuhkan suhu dingin untuk merangsang pertumbuhannya, sehingga sesekali letakkan pot di luar ruangan (tapi beri kanopi) saat musim dingin atau hujan.

Proses berkecambah spesies I. ensata rata-rata membutuhkan waktu 1–18 bulan. Flora ini tidak membutuhkan perawatan khusus, hanya saja potong batang setelah bunga mekar dan buang daun yang telah layu.

Serangan penyakit bahkan bukan menjadi tantangan terbesar dari spesies ini. Namun waspadai hama-hama seperti siput, kutu dan ulat, sebab eksistensinya dapat merusak permukaan daun dan batang.

Taksonomi Spesies Iris Ensata

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page