Mengenal Bonobo, Spesies Simpanse Berstruktur Sosial Unik

Reading time: 3 menit
Banobo memiliki struktur sosial yang unik. Foto: Shutterstock

Selama ini kita mengenal kelompok primata sebagai “saudara” terdekat manusia. Namun, tahukah Anda hewan apa yang memiliki DNA 98,7% mirip dengan kita? Bukan orang utan atau simpanse biasa, hewan tersebut adalah bonobo atau Pan paniscus.

Spesies P. paniscus biasa ahli sebut juga sebagai simpanse kecil. Mereka berkerabat dengan kelompok simpanse biasa (P. troglodytes) karena berasal dari genus yang sama, yakni Pan.

Dari fisiknya, tampilan simpanse kecil dan biasa terbilang sangat mirip. Perbedaan keduanya terletak pada ukuran tubuh mereka, di mana P. paniscus biasanya berukuran lebih ramping.

Tidak cuma itu, kedua mamalia ini juga mempunyai gaya hidup yang berbeda. Bonobo ahli sebut lebih “humanis,” sedangkan spesies simpanse umumnya relatif lebih agresif dan liar.

Morfologi dan Ciri-Ciri Spesies Bonobo

Spesies simpanse kecil jantan dan betina dapat kita bedakan dari ciri fisik mereka. Biasanya pejantan memiliki ukuran tubuh lebih besar, sedangkan betina relatif lebih singset dan kecil.

Tinggi rata-rata bonobo jantan bisa mencapai 73-83 cm dengan berat 37-61 kg, sedangkan betina hanya berkisar 27-38 kg. Kepala mereka membulat dengan bentuk wajah yang oval.

Jika kita perhatikan, ekspresi wajah simpanse memang mirip dengan manusia. Meski begitu, mereka umumnya memiliki otot dahi yang kurang menonjol, serta bibir yang lebih fleksibel.

Di alam liar, spesies P. paniscus dapat hidup hingga usia 50 tahun. Kelompoknya tergolong sebagai frugivora karena senang mengonsumi buah, dedaunan, batang pohon hingga tunas.

Bukan cuma itu, simpanse kecil juga beberapa kali terlihat mengonsumi bunga, madu, kulit pohon dan jamur tanah. Meski bisa berburu, hewan tidak termasuk makan pokok mereka.

Hanya sebagian kecil spesies bonobo yang mengonsumsi serangga, reptil kecil, burung dan mamalia sedang. Mereka bisa mengonsumsi primata lain, namun dalam keadaan terdesak.

Baca juga: Siamang, Primadona Hutan yang Hobi Menggericau

Habitat dan Populasi Spesies Bonobo

Melansir berbagai sumber, dapat kita ketahui bahwa spesies P. paniscus terkonsentrasi di wilayah Kongo. Habitatnya terpisahkan oleh Sungai Kongo dari simpanse biasa dan gorila.

Minimnya penelitian terhadap hewan ini mempersulit perhitungan populasi mereka. Sejauh yang pakar ketahui, populasi satwa berfamili Hominidae itu berkisar 15.000-20.000 individu.

Tragisnya, populasi bonobo ahli prediksi makin merosot. Mereka terdaftar dalam Lampiran I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Merujuk laporan IUCN Red List, status konservasi hewan ini berada pada level ‘endangered’ atau terancam. Penyebabnya tentu saja aktivitas perburuan liar, deforestasi, serta penyakit.

Percaya atau tidak, di belahan bumi ini masih saja ada oknum yang percaya bahwa daging simpanse berkhasiat sebagai obat. Karena itu, mereka kerap diburu serta diperjualbelikan.

Bonobo hidup di kawasan hutan hujan dengan ketinggian wilayah rendah. Mereka ilmuwan temukan pula di area hutan rawa, hidup secara berkelompok serta memiliki struktur sosial.

Kebiasaan dan Struktur Sosial Bonobo

Satu kelompok biasanya terdiri atas 10-120 ekor jantan dan betina. Ketika mencari makan, mereka terpecah dalam subkelompok campuran dengan rata-rata anggota 5-23 individu.

Bonobo jantan biasanya hidup berdampingan dan bekerja sama. Tetapi kelompok betinanya terlihat lebih dominan, bahkan dapat membentuk persekutuan melawan kelompok pejantan.

Ikatan antara betina merupakan yang paling kuat dalam organisasi simpanse kecil. Mereka juga mengenal hierarki sosial, yang ditentukan berdasarkan garis keturunan suatu individu.

Menariknya lagi, spesies P. paniscus ahli ketahui memiliki kecenderungan homoseksulitas. Sifat ini paling terlihat pada spesies betina, meski juga dipraktikkan oleh kelompok jantan.

Bonobo betina melakukan hubungan sesama jenis untuk menaikkan status sosialnya. Karena itu, ia hanya menawarkan kontak seksual kepada anggota terpenting dari kelompok mereka.

Kendati demikian, perilaku seksual ini tidak semerta-merta muncul karena tuntutan budaya. Menurut penelitian, sifat ini sejatinya sudah ada dalam diri bonobo mulai dari mereka lahir.

Baca juga: Belajar Demokrasi dari Binatang

Taksonomi Simpanse Pan Paniscus

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page