Murbei, Tanaman Tropis dari Himalaya

Reading time: 2 menit
Murbei
Foto: shutterstock.com

Murbei merupakan tumbuhan asli Pegunungan Himalaya. Kini, spesies murbei menyebar di daerah tropis maupun daerah sub tropis mulai dari ketinggian 0 sampai 4.000 meter di atas permukaan laut dan memerlukan cukup sinar matahari. Murbei memiliki lebih dari 35 spesies dan sub spesies (Ryu 1998 dalam Atmosoedarjo et al., 2000).

Murbei dikenal dengan nama umum sebagai besaran di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Sementara di Sumatera Utara disebut kertu, gert (Sulawesi), kitaoc (Sumatera Selatan), kitau (Lampung), moerbei (Belanda), mulberri (Inggris), gelsa (Italia), murles (Perancis) (Sunanto, 1997).

Baca juga: Ketumbar, Rempah Penyedap Masakan dan Pengobatan

Tumbuhan ini kadang ditemukan tumbuh liar, tetapi juga banyak dibudidayakan. Mereka menyukai daerah-daerah yang cukup basah seperti lereng gunung dan tanah yang berdrainase baik (Dalimartha, 2002). Murbei varietas lokal mampu beradaptasi dengan lingkungan setempat.

Secara morfologi, pohon murbei memiliki tinggi maksimal 9 meter dengan percabangan yang banyak. Cabang muda berambut halus, berdaun tunggal, letaknya berseling, dan bertangkai yang panjangnya 1 sampai 4 sentimeter. Helai daun murbei berbentuk bulat telur hingga menyerupai jantung. Sementara, ujungnya meruncing, berpangkal tumpul, bertepi gerigi, bertulang menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, serta berwarna hijau. Sedangkan panjangnya 2,5 sampai 20 sentimeter, lebar 1,5 hingga 12 sentimeter.

Murbei

Foto: shutterstock.com

Sementara bunga murbei berkelamin tunggal, majemuk berbentuk tandan, dan keluar dari ketiak daun. Mahkota bunga berbentuk tajuk dan berwarna putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina, dan bunga sempurna yang terpisah. Tanaman yang dapat berbunga sepanjang tahun ini memiliki banyak buah seperti buni. Teksturnya berair dan rasanya enak, saat muda atau mentah berwarna hijau, dan ketika masak jadi hitam (Dalimartha, 2002).

Tumbuhan ini kaya akan kandungan kimia seperti alkaloida, flavonoida, dan polifenol yang diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini berguna sebagai antiinflamasi, diuretik, antidemam, antihipertensi, dan antidiabetik (Sayuti, 2010).

Melansir ccrc.farmasi.ugm.ac.id, murbei dikenal juga sebagai tumbuhan sutra karena dapat dijadikan tempat hidup ulat sutra. Selain bermanfaat dalam memproduksi sutra, secara empiris masyarakat telah memanfaatkannya sebagai obat tradisional untuk flu, malaria, hipertensi, asma, obat hipertensi, palpitasi, diabetes, insomnia, vertigo, anemia, hepatitis, dan diabetes melitus (Hariana, 2008).

Taksonomi Murbei

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page