Pohon Bungur, Tanaman Penghias yang Berkhasiat sebagai Obat

Reading time: 3 menit
Foto : Shutterstock

Sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi bermacam jenis tanaman obat seperti Pohon Bungur (Lagerstroemia). Flora yang satu ini tumbuh liar di dekat tepian sungai, serta tersebar mulai dari kawasan Asia Tenggara sampai Asia Selatan.

Popularitas Lagerstroemia di Indonesia sebenarnya cukup tinggi. Ia mampu menghasilkan bunga-bunga cantik, sehingga kerap publik manfaatkan sebagai tumbuhan penghias atau peneduh jalan.

Terdapat dua jenis bungur yang sering masyarakat gunakan sebagai tanaman hias pekarangan, yakni bungur besar atau Lagerstroemia speciosa dan bungur Jepang atau Lagerstroemia faurieri.

Seiring berjalannya waktu, ahli mulai menemukan bahwa pohon bungur dapat kita manfaatkan sebagai ramuan herbal. Ia berkhasiat bagi penderita hipertensi, diabetes, hingga penyakit eksim.

Habitat, Persebaran dan Ciri-Ciri Pohon Bungur

Secara morfologi, spesies Lagerstroemia mampu berkembang biak antara 10 – 30 m. Batang pohon tersebut bulat dengan percabangan yang muncul dari bagian sisi pangkal pokoknya.

Warna batang tersebut biasanya cokelat muda, memiliki daun yang tunggal serta bertangkai pendek. Helaian daun bungur berbentuk oval, elips atau memanjang dengan permukaan yang tidak tipis.

Panjang daun pohon bungur mencapai 9 – 28 cm dengan lebar 4 – 12 cm. Warna daun terlihat hijau tua dengan hiasan bunga berwarna ungu yang tersusun dalam sebuah malai.

Bagian malai ini dapat mencapai 10 – 50 cm, ia ahli temukan keluar dari ketiak daun atau berada di ujung ranting. Pohon ini juga memiliki buah berbentuk bola atau memanjang hingga 2 – 5 cm.

Buah muda biasanya berwana hijau pekat, namun berubah menjadi kecokelatan jika sudah masak. Ukuran biji buah cukup besar, pipih, serta memiliki sayap di bagian ujungnya.

Sebab mampu menghasilkan biji, pohon bungur dapat kita biakkan melalui langkah pencakokan. Ciri biji yang siap dibudidayakan ialah berwarna cokelat tua dengan ukuran sebesar kelereng

Habitat, Persebaran dan Manfaat Pohon Bungur

Berkat persebarannya yang luas, sebutan pohon bungur di berbagai daerah terbilang cukup banyak mulai dari Jarul di India, Banaba di Filipina, dan Queen Crape Myrtle bagi masyarakat internasional.

Pohon yang satu ini juga tertanam di semua tipe tanah, ia bisa kita jumpai di rimba jati bertanah gersang maupun area berlahan subuh seperti rimba heterogen berbatang tinggi.

Di Tanah Air, bungur dapat tumbuh hingga ketinggian 800 m di atas permukaan laut (mdpl). Sedang di negara-negara tetangga, pohon ini pakar temukan di daerah berketinggian kurang dari 300 mdpl.

Melansir laman resmi DLKH DI Yogyakarta, pemanfataan jalur di sejumlah negara terhitung cukup luas. Ia berguna sebagai teh herbal di Filipina, Taiwan dan Jepang, serta olahan pangan di Vietnam.

Bahkan dalam bukunya “The History of Java”, Sir Thomas Stamford Raffles menyebut tanaman ini sebagai salah satu bunga terindah yang ada di Pulau Jawa.

Guna dan Manfaat Bungur bagi Kesehatan

Daun pohon bungur ahli ketahui memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, serta tannin. Bijinya memiliki kandungan senyawa plantisul, sedang kulit batang mengandung senyawa flavonoid.

Senyawa metabolit sekunder pada daun bungur di antaranya plantisul, saponin, flavonoida dan polifenol. Dalam berbagai riset, saponin pakar sebut mampu meningkatkan sistem imun manusia.

Ia dapat kita manfaatkan sebagai antioksidan alami yang ampuh mengurangi risiko penyakit kanker, perkembangan jamur, serta bahan antiseptik yang aman untuk tubuh.

Kandungan flavonoid yang terdapat pada batang dan daun pohon tersebut juga sangat bermanfaat. Ia melindungi susunan sel, meningkatkan efektivitas vit C, serta menghindari pengeroposan tulang.

Bukan cuma itu, menurut beberapa penelitian flavonoid pada pohon bungur juga berkhasiat sebagai zat anti inflamasi, antioksidan, antibiotik, serta pencegah kanker (zat antioksidan).

Taksonomi Pohon Bungur

Penulis : Yuhan Al Khairi

Top
You cannot copy content of this page