Sansevieria; Beragam Nama, Beragam Khasiat

Reading time: 6 menit
Sansevieria; Beragam Nama, Beragam Khasiat

Sebut saja century plant, lucky plant, snakeskin plant, dan african devil’s.  Itu adalah beberapa nama lain yang dimiliki oleh tanaman ini.  Setiap negara pun memiliki nama yang berbeda.  Di Jerman, tanaman ini dikenal dengan nama bogenhanf, di Perancis chanvre d’arique, dan di Cina bernama pak lan, sweet mei lan, atau ylang ylang (kontan on-line).  Seakan menambah keunikan dan daya tarik tanaman ini, masyarakat Indonesia pun memiliki beragam nama untuk Sansevieria.  Misalnya lidah mertua, tanaman ular atau pedang-pedangan.  Orang Sunda pun memiliki nama lokal tersendiri untuk tanaman yang satu ini, yaitu Ki Kikolo.

Artikel ini diterbitkan pada edisi 03 Vol. 2 Tahun 2007

 

Mengenai nama, semua orang tentu boleh sesuka hatinya dalam memanggil Sansevieria.  Namun menurut Staf Laboratorium Taksonomi Tumbuhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) jurusan Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Budi Irawan, tanaman ini memiliki marga Sansevieria dan memiliki dua jenis tanaman, yaitu Sansevieria Trifasciata dan Sansevieria Canaliculata.

Banyak versi yang melatari pemberian nama lidah mertua.  Ada yang bilang hal itu disebabkan karena bentuk daunnya yang panjang dengan ujung meruncing menyerupai para mertua yang memberikan nasihat agar diingat sampai hari esok.  Ada pula yang mengatakan bahwa Sansevieria menyerupai lidah mertua yang biasanya mengeluarkan kata-kata yang tajam.  Kalau disebut tanaman pedang-pedangan, mudah ditebak, pasti karena bentuknya yang panjang menyerupai pedang.  Selain itu, karena teksturnya yang bersisik dan alunya menyerupai pita  maka tanaman itu pun disebut tanaman ular.

Menurut Budi, meski tanaman yang berasal dari Afrika tropis ini memiliki varietas yang sangat banyak, namun yang paling sering ditemui memang hanya satu jenis, yaitu Sansevieria Trifasciata.  Tanaman yang dimaksud memiliki daun berwarna hijau dengan kuning di sepanjang tepiannya.  Daunnya memiliki daging yang menyebabkan tanaman ini diduga sukar terkena hama hingga perawatrannya tergolong mudah.  Bunganya pun, menurut Budi, cukup indah.  Namun hati-hati, sebab biasanya jika Sansevieria sudah berbunga, maka tanaman itu akan mati.  “Tapi jangan khawatir.  Kemungkinannya tumbuh bunga ada dalam rentang waktu sekitar 10 tahun,” katanya sambil tertawa.  Karena kemudahan dalam merawatnya itulah Sansevieria Trifasciata dapat dengan mudah kita temukan di sepanjang jalan, di taman kota, taman kantor dan di pekarangan rumah.

Sansevieria mulai naik daun sejak tahun 2000. Jika dulu tanaman ini tidak terlalu diperhitungkan dan harganya pun masih relatif murah, kini pamor tanaman ini telah meroket.  Dulu, tiap helai daun Sansevieria dijual seharga Rp 500 hingga Rp 700.  Kini harganya telah menembus angka Rp 1500 hingga Rp 4000 per helainya, tergantung jenis dan ketinggian daun.  Kisah kesuksesan orang-orang yang membudidayakan Sansevieria pun terdengar di mana-mana.  Misalnya adalah Lanny Lingga.  Selain membuat buku tentang Sansevieria, Ia juga merupakan seorang petani tanaman hias yang berada di bawah bendera Seederama Trading dan Marlan Nursery.  Menurut Kontan-online, untuk memenuhi permintaan dari berbagai belahan dunia, tiap tahunnya Lanny mengirim lima kontainer Sansivieria, masing-masing berisi 40.000 tanaman.  Harga jual per potnya dipatok sekitar US$ 2 hingga US$ 3,5.  Bisa dibayangkan keuntungan yang didapat Lanny dalam satu periode pengiriman tanaman.

Harga jual varietas Sansevieria lokal masih berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per pot.  Sedangkan untuk varietas hasil import, seperti kristal, golden palm, silver, golden honey dan super bacina, dapat mencapai Rp 40.000 rupiah.  Hingga kini terdapat sekitar 40 jenis varietas Sansevieria, hasil persilangannya dengan jenis-jenis yang lain.  Diakui Budi, ”Aslinya Sansevieria memang hanya ada dua jenis.  Namun persilangan menyebabkan jenisnya tambah beragam,” ujarnya tanpa merinci tipe-tipe persilangan yang ada.

Contoh Sansevieria yang tergolong langka adalah yang daunnya hanya memiliki satu warna, atau yang pinggir daunnya berkelok-kelok.  Menurut kabar yang bereda, jenis Sansevieria yang akan menjadi trend beberapa saat lagi adalah Sansevieria Trifasciata Futura, yang memiliki daun rata dan tegak, sekitar 40 hingga 100 cm.  Pinggir daun berwarna kuning dan nampak tegas, dan tengah daun berwarna kuning yang menyebar dan tidak teratur.  Jumlah daunnya dapat mencapai lebih dari 10 helai dan pertumbuhannya tergolong lebih cepat dari pada Sansevieria jenis lain.

Top
You cannot copy content of this page