Tanaman Karuk, Seluruh Bagiannya Menyimpan Khasiat

Reading time: 3 menit
Tanaman ini kerap masyarakat jadikan tanaman tradisional. Foto: Freepik

Di Sumatra, tumbuhan ini populer dengan julukan sirih dadu atau daun karok. Sedangkan di Pulau Jawa, warga setempat menyebutnya sebagai tanaman karuk atau cabean. Apapun sebutan bagi flora itu, yang pasti ia dikenal memiliki segudang manfaat bagi kesehatan.

Karuk merupakan sejenis tanaman herbal yang tergabung dalam famili Piperaceae (sirih-sirihan). Spesiesnya dikelompokkan ke dalam genus Piper, sehingga mempunyai nama ilmiah Piper sarmentosum.

Dari nama genusnya saja kita bisa menebak bahwa karuk berkerabat dengan banyak tanaman bermanfaat. Beberapa spesies yang mungkin sering Anda temui adalah lada (P. nigrum) dan wati (P. methyscum).

Selain garam, bisa dikatakan kalau lada adalah rempah-rempah yang paling umum dipakai di penjuru dunia. Sedangkan wati ialah tanaman khas Merauke, yang digunakan untuk membuat minum keras lokal.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tanaman Karuk

Sekilas, penampilan tanaman karuk mirip seperti sirih hijau (P. betle). Bentuk daunnya tampak seperti jantung, berwarna hijau muda sampai tua dengan panjang 7–15 cm dan lebar berkisar 0,3–0,5 cm.

Daun tersebut tampak mengkilap dan agak licin jika disentuh. Habitus tumbuhan ini herba tegak dan menjalar dengan tinggi 0,25–1 meter, sementara bunganya berumah satu dan berbentuk agak bulat.

Buah karuk hampir mirip dengan buah beri, bentuknya sedikit lonjong dan berwarna putih kehijauan. Awalnya mereka tumbuh liar di hutan, tetapi kini telah dipelihara secara luas sebagai tanaman pekarangan.

Apabila dibandingkan dengan daun sirih, tinggi tanaman karuk terlihat lebih pendek. Aroma dan rasa daunnya pun cenderung kurang kuat, tetapi sama berkhasiatnya dengan daun sirih hijau.

Di dalam buah terdapat biji kecil berbentuk bulat dengan warna putih pucat. Akar tunggangnya pun berwarna demikian, serta sama-sama mengandung senyawa alami seperti polifenol dan saponin.

Habitat dan Distribusi Tanaman Karuk

Tanaman taruk tumbuh di sepanjang jalan di antara tumbuh-tumbuhan yang lebat, terutama di tempat lembap dan teduh. Mereka merupakan tanaman asli dari kawasan tropis di Asia Tenggara, seperti Indonesia.

Selain di tanah air, sirih dadu juga ditemukan di Malaysia, India, Filipina, Laos, Kamboja, Vietnam, dan Thailand. Ia disebut sebagai chaplu atau cha phlu di Thailand, phak i leut di Laos, dan pokok kadok di Malaysia.

Secara tradisional, bagian tanaman karuk yang digunakan sebagai obat ialah akar dan daunnya. Bahkan, air rebusan akar karuk disebut-sebut berkhasiat sebagai peluruh air seni dan batu empedu.

Seluruh bagian tanaman ini dapat diolah sebagai obat batuk berdahak. Sementara daunnya umum digunakan sebagai karminatif, atau obat meredakan kolik angin dalam perut dengan mengeluarkan gas.

Jika dilihat sekilas, penampilan daun karuk juga tampak cukup cantik. Karena cenderung gampang dipelihara, mereka jamak dimanfaatkan sebagai tanaman hias halaman maupun ditanam di dalam pot.

Kandungan dan Cara Mengolah Karuk

Dalam sejumlah literatur disebutkan bahwa karuk berpotensi sebagai antioksidan, antibakteri, antijamur, sitoprotektif, dan antinosiseptif. Ini juga mengandung senyawa fenolat, seperti asam galat dan asam tanat.

Karena itu, tak heran jika tanaman ini disebut-sebut sangat berkhasiat bagi manusia. Di dalamnya terkandung kalori, lemak, karbohidrat, serat, protein, dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan.

Meski sangat berguna, mengolah tanaman karuk sebagai obat herbal ternyata tak bisa dilakukan sembarangan. Untuk mengobati dan asma misalnya, diperlukan beberapa langkah sederhana sebagai berikut:

  1. Ambil 10 lembar daun karuk segar
  2. Cuci daun tersebut hingga bersih menggunakan air mengalir
  3. Rebus daun dengan 3 gelas air
  4. Diamkan selama kurang lebih 30 menit
  5. Saring air rebusan daun
  6. Minum rebusan daun dua kali sehari setiap pagi dan sore.

Sedangkan untuk mengobati sakit perut, bagian tanaman yang bisa kita olah adalah buah, akar, dan daunnya. Langkah pengolahannya kurang lebih mirip; cuci bersih dan seduh dengan air mendidih, lalu konsumsi.

Taksonomi Piper Sarmentosum

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page