Tanaman Tembakau, Lebih dari Sekadar Bahan Baku Rokok

Reading time: 3 menit
Tembakau salah satu tanaman yang sempurna untuk proses fitoremediasi. Foto: Shutterstock

Tanaman tembakau tak ubahnya pisau bermata dua. Di satu sisi kandungannya sangat berbahaya bagi kesehatan, tetapi di sisi lain tumbuhan tersebut dapat memberi manfaat jika digunakan secara tepat. Perannya bahkan dapat kita rasakan pada dunia medis, kesehatan, serta lingkungan.

Tobacco atau dikenal juga sebagai tembakau, adalah sejenis tumbuhan herba tahunan yang jamak dibudidayakan di berbagai negara. Flora ini tidak tumbuh liar, sehingga hanya bisa kita jumpai di area perkebunan.

Kalaupun ada, tobacco liar biasanya merupakan tanaman yang berbiak keluar dari proses budidaya. Tumbuhan ini ahli golongkan dalam famili Solanaceae dan genus Nicotiana, serta memiliki nama latin N. tabacum.

Secara klasifikasi, dapat kita diketahui bahwa tobacco masih berkerabat dengan tomat dan cabai. Spesies N. tabacum sendiri adalah jenis yang paling banyak dibudidayakan, sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tanaman Tembakau

Secara keseluruhan, tanaman tembakau dapat tumbuh antara 3–5 kaki (90–152 cm) dan lebar sekitar 1–2 kaki (30–61 cm). Batangnya berwarna cokelat kekuningan atau agak gelap, dengan panjang berkisar 2 meter.

Bentuk batang terlihat silinder dengan lebar 0,5–5 cm. Permukaannya kasar dengan retakan berserabut, serta dikelilingi oleh rambut kelenjar yang lembap dan mampu mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Buat Anda yang belum tahu, cairan kuning itulah yang dikenal sebagai nikotin. Daun-daunnya tumbuh berselang-seling dengan bentuk lanset menjorong, dengan bunga berwarna putih, merah jambu dan merah.

Bunga tobacco ialah jenis bunga majemuk yang tumbuh dalam tandan. Tiap tandan berisi 15 bunga, bentuknya mirip terompet, panjang, dan terdiri atas bagian kelopak, mahkota, bakal buah, hingga kepala putik.

Tidak cuma itu, tanaman ini juga menghasilkan buah lonjong berukuran mini. Di dalamnya terdapat biji-biji kecil dengan bobot yang ringan. Biji ini pun tidak akan berkecambah sebelum melewati masa dorman.

Habitat dan Distribusi Tanaman Tembakau

Asal-usul tanaman tembakau sebenarnya masih menjadi misteri besar. Tidak ada yang tahu dari mana tumbuhan tersebut berasal, sebab tidak ditemukan individu yang tumbuh secara liar di luar kegiatan budidaya.

Kemungkinan spesies ini merupakan bentuk evolusi dari flora yang ada di Brasil atau Andes. Lalu, ada pula yang menyebut bahwa N. tabacum adalah hasil hibridisasi N. sylvestris, N. tomentosiformis atau N. otophora.

Terkait syarat pertumbuhan, spesies N. tabacum tidak toleran terhadap iklim yang kering atau terlalu basah. Kecepatan angin juga tidak boleh terlalu kencang, sebab dapat merusak pertumbuhan tanaman tersebut.

Tembakau tumbuh subur pada suhu lingkungan antara 21–32,3 derajat Celsius. Mereka dapat berkembang biak pada dataran rendah sampai ketinggian 900 meter di atas permukan laut, tergantung varietasnya.

Jenis tembakau Deli misalnya, paling cocok ditanam pada tanah aluvial dan andosol. Sedangkan Virginia flu-cured sesuai untuk tanah podsolik, dengan derajat atau tingkat keasaman tanah mencapai 5,5–6.

Kegunaan dan Manfaat Tanaman Tembakau

Tembakau biasanya mengandung tar, nikotin, gas CO, dan NO. Hampir setiap bagiannya (kecuali biji) mengandung nikotin dengan jumlah yang bervariasi, tergantung varietas, jenis tanah, dan iklim pertumbuhannya.

Karena itu, tanaman ini dinilai lebih besar risiko daripada manfaatnya. Padahal jika dikelola secara baik dan benar, spesies N. tabacum dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya:

– Pembuatan Obat Herbal

Senyawa yang ada di dalam tanaman tobacco dinilai ampuh mengobati berbagai penyakit, seperti nyeri, sembelit, asam urat, kejang-kejang, dan keracunan akibat gigitan reptil atau serangga berbisa.

Bahkan, flora ini bisa bertindak sebagai stimulan napas. Tapal daunnya dapat dioleskan ke permukaan kulit untuk membantu mengurangi rasa gatal maupun nyeri ringan akibat reaksi alergi.

– Mempercepat Produksi Vaksin

Tobacco mengandung antigen yang sebanding dengan virus influenza, sehingga menjadikannya sebagai kandidat vaksin yang cukup potensial.

Dibandingkan virus influenza asli yang membutuhkan waktu satu bulan untuk menjadi vaksin, produksi vaksin dari tobacco ahli nilai lebih cepat.

– Membantu Proses Fitoremediasi

Fitoremediasi adalah upaya menggunakan tumbuhan dan bahan untuk membersihkan sampah dan masalah pencemaran lingkungan. Dengan cara ini, tanah, udara dan air yang tercemar dapat dibersihkan.

Tembakau dianggap sebagai salah satu tanaman yang sempurna untuk proses fitoremediasi, karena pucuk daunnya mengandung logam berat dan biomassa yang tinggi, serta pertumbuhan yang cepat.

Taksonomi Spesies Nicotiana Tabacum

Penulis : Yuhan al Khairi

Top