Burung Kacamata, Ada Suara Lantang di Balik Tubuh Kecilnya

Reading time: 3 menit
Meski bertubuh kecil burung ini memiliki suara yang indah. Foto: Shutterstock

Meski memiliki tubuh yang kecil, suara burung ini ternyata cukup nyaring dan juga merdu. Tampilannya juga sangat unik, sebab identik dengan corak keputihan di sekitar area mata. Bagi Anda yang belum familiar, inilah spesies burung kacamata.

Burung kacamata atau dikenal juga sebagai pleci, merupakan salah satu spesies burung yang berasal dari genus Zosterops, famili Zosteropidae dan ordo Passeriformes (burung tengger).

Ini merupakan keluarga burung yang sangat besar, dengan total anggota inti sekitar 75 jenis. Sebagian spesiesnya juga terbagi atas beberapa subspesies, salah satunya kacamata biasa.

Burung kacamata biasa mempunyai nama ilmiah Zosterops palpebrosus. Jenis ini setidaknya terbagi atas empat ras atau subspesies, yang sebagian besar bisa kita temukan di Indonesia.

Subspesies dan Distribusi Burung Kacamata Biasa

Distribusi burung kacamata biasa terbilang cukup luas, menyebar mulai dari India, Cina dan Indonesia. Di Tanah Air, empat anak jenisnya dapat kita temukan di berbagai daerah seperti:

  • Z. p. auriventer di Pulau Sumatra dan Kalimantan
  • Z. p. buxtoni di Sumatra, Kalimantan dan Jawa Barat
  • Z. p. melanurus di Pulau Jawa dan Bali
  • Z. p. unicus di Sumbawa dan Flores.

Spesies Z. palpebrosus tidak melakukan migrasi, sehingga jarang dijumpai di luar habitatnya. Burung satu ini juga hidup dalam kelompok besar, umumnya tak kurang dari empat anggota.

Secara umum, burung kacamata biasa menetap di hutan terbuka sekitar Asia Tropis. Mereka disebut sebagai oriental white-eye oleh warga dunia, yang merujuk pada lingkaran matanya.

Menurut IUCN Red List, status konservasi Z. palpebrosus berada di level “least concern” atau risiko rendah. Karena itu, berbagai rasnya masih sering diperjualbelikan sebagai peliharaan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Burung Kacamata Biasa

Burung kacamata dapat kita tandai dari ukuran tubuhnya yang kecil, dengan panjang sekitar 10–11 cm. Mereka tergolong sangat lincah, memiliki sayap membundar serta kaki yang kuat.

Bulu bagian atas burung tersebut dominan bercorak hijau atau hijau kekuningan. Sedangkan bagian bawah bervariasi tergantung ras, dengan leher dan dadanya berwarna kuning terang.

Berbicara soal ras, terdapat sejumlah perbedaan ciri fisik antara keempat subspesies Z. palpebrosus. Namun fitur- fitur utama biasanya sama saja sehingga sulit dibedakan, misalnya:

  • Perut atau sisi bawah p. auriventer berwarna putih, namun terapa corak bermotif pita kecil atau sempit berwarna kuning pada bagian tengahnya
  • Bagian perut p. melanurus berwarna dominan kuning, sedangkan punggung berwarna hijau zaitun. Dibanding spesies lain, ukuran tubuh ras ini terbilang cukup besar. Mereka dapat kita tandai dari warna paruhnya yang hitam pekat
  • Subspesies p. unicus sangat mirip dengan Z. p. melanurus. Hanya saja, rasa ini memiliki tunggir berwarna kuning terang
  • Sisi bagian bawah p. buxtoni berwarna abu-abu keputihan. Ini memiliki corak bergaris kuning membujur di tengah dada sampai ke perut, dengan paha berwarna putih dan iris mata kecokelatan.

Tidak cuma ras, burung kacamata betina dan jantan juga bisa dibedakan melalui ciri fisiknya. Pejantan biasanya mempunyai garis “kacamata” lebih tebal serta tubuh yang lebih panjang.

Pola Hidup dan Kebiasaan Burung Kacamata Biasa

Burung kacamata biasa merupakan hewan pemakan serangga. Meski begitu mereka sesekali mengonsumsi nektar dan buah-buahan, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitaminnya.

Di alam liar, spesies burung ini berburu dengan cara berkelompok. Mereka terbang dari satu dahan ke dahan lainnnya sambil berkicau keras, untuk berkomunikasi dengan kelompoknya.

Di Pulau Jawa, burung kacamata berkembang biak mulai dari Januari hingga Oktober. Betina mampu menghasilkan telur antara 2–5 butir, yang diletakkan pada sarang berbentuk cawan.

Sarangnya ini terbuat dari akar-akaran, tangkai dan tulang daun, serta bagian tanaman lain. Rumah mereka juga dihiasi oleh lumut, diletakkan pada cabang pohon atau rumpun bambu.

Perlu diingat, memelihara serta memperjualbelikan spesies Z. palpebrosus bukan kegiatan terlarang. Namun rawatlah mereka sebaik mungkin, agar kelestariannya senantiasa terjaga.

Taksonomi Spesies Zosterops Palpebrosus

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page