Tulipa Kaufmanniana, Bunganya yang Indah bisa Mekar seperti Bintang

Reading time: 3 menit
Jika ditanam dari umbi, tulip butuh waktu 1 tahun untuk berbunga. Foto: Shutterstock

Tulip dikenal sebagai flora identitas negara Belanda, namun tahukah Anda jika tumbuhan ini mulanya berasal dari Asia Tengah? Mari berkenalan dengan Tulipa kaufmanniana, spesies tulip berwarna cantik yang tumbuh secara alami di kawasan Kazakhstan.

Tulipa kaufmanniana dikenal juga sebagai tulip teratai air. Spesies ini tergabung ke dalam genus Tulipa dan keluarga Liliaceae, sehingga masih berkerabat dengan spesies tumbuhan lili atau bakung.

Melihat penampilannya, tak heran jika jenis tulip ini dikagumi oleh banyak orang. Daun mahkotanya mempunyai corak yang indah, serta dapat terbuka lebar sewaktu sedang mekar.

Tulip teratai air sendiri bukanlah satu-satunya tulip yang dijumpai di Asia Tengah. Sebenarnya hampir seluruh spesies tulip berasal dari wilayah tersebut, tetapi kemudian diperkenalkan ke banyak negara.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tulipa Kaufmanniana

Tulipa kaufmanniana tergolong sebagai tulip kerdil yang memiliki batang sepanjang 20–25 cm. Daunnya sendiri berbentuk tombak dan berwarna hijau. Terkadang, ada corak biru atau keunguan pada daun tersebut.

Seperti tulip pada umumnya, tulip lili air juga dilengkapi dengan enam daun mahkota berbentuk corong saat sedang menguncup. Jika sudah mekar, bentuk bunga tersebut tampak seperti bintang atau bunga lili.

Karena itu, tidak salah jika spesies satu ini dijuluki sebagai tulip lili air. Bunganya juga mempunyai corak yang unik, sebab acap kali terlihat berbeda antara lapisan luar dan juga lapisan dalamnya.

Lapisan luar bunga umumnya berwarna berwarna merah oranye atau merah keunguan. Sedangkan bagian dalamnya berwarna kuning cerah, merah, oranye, bahkan ada pula yang memiliki corak merah muda.

Selain tipe mekar, berbagai spesies tulip dapat kita kenali dari waktu berbunganya. Spesies tulip lili air sendiri tergabung dalam kelompok kaufmaniana, yang memiliki waktu berbunga tercepat atau paling awal.

Habitat dan Penanaman Tulipa Kaufmanniana

Tulipa kaufmanniana merupakan tanaman asli daerah beriklim sedang. Mereka tidak bisa bertahan hidup di daerah tropis, sebab memerlukan suhu rendah musim dingin untuk berkembang biak.

Melansir berbagai sumber, dapat diketahui bahwa tulip ini menyebar sampai ke Eropa selatan, Afrika Utara serta sebagian Asia, meliputi Turki, Iran, Kirgistan, Tajakistan, Kazakhstan, hingga timur laut China.

Mereka secara alami tumbuh di lereng bukit berbatu dan stepa. Pertumbuhannya paling baik jika terkena sinar matahari langsung, serta ditanam pada media tanah dengan tingkat kelembapan sedang.

Untuk menanam bunga tulip, kita bisa menggunakan umbi atau bijinya. Tulip yang ditanam dari umbi membutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk berbunga, sedangkan melalui biji memerlukan waktu 5–7 tahun.

Bunga tulip lili air sendiri mulai mekar antara bulan Februari sampai awal April. Ini relatif lebih cepat dibandingkan jenis tulip Angelique, yang umumnya akan mekar pada akhir bulan April.

Kultivar dan Varietas Tulipa Kaufmanniana

Sejak dahulu kala, tulip dikenal sebagai salah satu tanaman hias yang sering dipersilangkan. Ini berguna untuk menemukan kultivar terbaik, serta menghasilkan jenis-jenis baru dengan warna dan bentuk berbeda.

Tulipa kaufmanniana sendiri memiliki 12 kultivar yang diberi Sertifikasi Kelas Pertama oleh Royal Horticultural Society (RHS). Beberapa di antaranya bahkan dianugerahi Award of Garden Merit.

Kultivar penerima RHS’s Award of Garden Merit adalah Ancilla, Early Harvest, Showwinner, Stresa, Alfred Cortot dan Glück. Mereka ahli nilai memiliki tampilan yang indah, sehingga layak untuk dibudidayakan.

Pada tahun 1960-an, gambar tulip ini sampai dijadikan sebagai desain prangko di Rusia. Ini juga terjadi di Uzbekistan pada tahun 1993, yang menggunakan gambar tulip lili air pada seri prangko bunga mereka.

Di Indonesia sendiri, populasi tulip ini sangat jarang (bahkan mungkin tidak pernah) ditemukan. Selain habitatnya yang bertolak belakang, proses budi daya tersebut memerlukan upaya dan modal yang besar.

Taksonomi Tumbuhan Tulip Lili Air

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page