Kapas, Memenuhi Kebutuhan Manusia Sejak Zaman Prasejarah

Reading time: 3 menit
Kapas, Memenuhi Kebutuhan Manusia Sejak Zaman Prasejarah
Foto : Shutterstock

Tanaman kapas (Gossypium sp.) termasuk famili Malvaceae. Genus Gossypium mempunyai 39 spesies yang telah diketahui. Dari ke-39 spesies tersebut hanya empat spesies yang dibudidayakan, sisanya masih merupakan tanaman liar.

Menurut sejarahnya, tanaman kapas diduga berasal dari Asia, Afrika, Australia, dan Amerika. Tanaman kapas telah lama dikenal dan dibudidayakan sejak zaman prasejarah. Hal ini terbukti dengan telah dibudidayakannya tanaman ini di daerah India lebih kurang 5000 tahun yang lalu.

Sejak saat itu, tanaman kapas semakin dikenal dan berkembang sampai ke negeri Cina, Timur Dekat dan daerah sekitar Mediterania. Bahkan sampai sekarang, pengembangan tanaman kapas secara intensif dan terus-menerus masih terus dilakukan terutama di beberapa benua seperti Amerika dan Australia.

Kapas termasuk tanaman sub tropis yang dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis. Kapas yang dimasukkan ke Indonesia telah menyebar ke berbagai daerah dan menyesuaikan diri dengan keadaan iklim dan tanah serta tata cara pertanaman di daerah tersebut. Tanaman kapas telah dikembangkan sejak jaman penjajahan Belanda, dengan pola “tanam paksa”. Pada saat itu tercatat bahwa luas areal kapas mencapai 82.120 ha (Hasmosoewignyo dalam Kemala et al., 1975) sebagian besar (60%) berada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Morfologi tanaman kapas

Secara morfologi, tanaman kapas umumnya dikembangbiakkan dari biji. Pada waktu berkecambah calon akar tunggang tumbuh lebih dahulu masuk ke dalam tanah, diikuti oleh keping biji. Kapas mempunyai akar tunggang yang panjang dan dalam. Akar tunggang pada kapas sering lebih panjang daripada tanamannya sendiri.

Kapas merupakan tanaman berkayu yang memiliki batang cukup keras dan beruas-ruas. Percabangan vegetatif dan cabang buah tumbuh pada buku-buku batang. Batang berwarna hijau tua, merah atau hijau bernoktah merah. Batang umumnya berbulu dan ada pula yang tidak. Setiap ruas akan tumbuh daun dan cabang pada ketiaknya.

Kapas, Pemenuh Kebutuhan Manusia Sejak Zaman Prasejarah

Foto: Shutterstock

Bagian daunnya berwarna hijau, hijau kemerahan, dan merah. Sebagian besar daun kapas memiliki bulu/rambut halus, namun beberapa varietas ada yang berbulu sedikit dan bahkan ada yang tidak berbulu sama sekali. Di bagian bawah daun (pada tulang daun) biasanya terdapat nektar (cairan manis). Setiap daun memiliki ketebalan yang tidak sama, ada yang tebal seperti kulit dan ada pula yang tipis seperti kertas.

Tanaman kapas mulai berbunga sekitar 30-45 hari dan mulai mekar sekitar 45-60 hari tergantung jenis dan varietas kapas. Bunga mulai mekar pada pagi hari (jam 6-7) dan layu pada siang harinya. Bunga kapas memiliki tangkai bunga dengan berbagai ukuran yang menghubungkan antara buah dan cabang. Daun kelopak tambahan berbentuk segitiga dengan garis hijau yang tampak seperti kelopak bunga.

Tanaman kapas termasuk tanaman menyerbuk sendiri atau self-pollination. Hal ini disebabkan oleh serbuk sari yang relatif berat sehingga sulit untuk dibawa oleh angin.

Buah kapas

Buah kapas umumnya terbentuk segera setelah terjadinya penyerbukan. Apabila penyerbukan berhasil maka buah akan masak setelah 40 – 70 hari. Buah yang masak akan retak dan terbuka sehingga serat kapas muncul keluar. Umumya buah kapas terdiri dari 3, 4 sampai 5 ruang. Buah kapas memiliki bentuk dan ukuran berbeda-beda berdasarkan jenis dan letaknya, mulai dari bulat, bulat ujungnya meruncing hingga segitiga.

Kulit buah akan retak pada saat buah masak yang menyebabkan kapas muncul keluar. Adapun beberapa jenis kapas memiliki bulu halus dan pendek yang biasa yang melekat pada biji dan disebut “fuzz”. Namun ada juga jenis dengan bulu yang tebal, panjang dan kasar yang dikenal dengan “lint”. Varietas-varietas tertentu terkadang memiliki kedua jenis bulu ini. Umumnya berat kapas berkisar 1/3 dari berat kapas berbiji.

Kapas sangat banyak dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Serat kapas menjadi bahan penting dalam industri tekstil. Serat itu dapat dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Selain menjadi bahan penting dalam industri tekstil, kapas biasa digunakan sebagai alat pembersih riasan wajah, cotton bud, perban, plester luka, juga sebagai bahan utama spons bedak.

tabel spesifikasi kapas

Penulis: Sarah R. Megumi

Top

You cannot copy content of this page