Anak Tidak Suka Sayur? Yuk, Lakukan Tips Ini!

Reading time: 2 menit
Orang tua perlu melakukan sejumlah tips agar anak mau makan sayur. Foto: Shutterstock

Tidak hanya pada orang dewasa, sayuran juga sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan anak sejak usia dini. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi dengan rutin mengonsumsi sayur, bisa membuat anak jadi tidak gampang sakit dan membantu tumbuh kembangnya menjadi optimal.

Meski sangat penting, sering kali sayuran menjadi makanan yang paling dihindari oleh anak-anak. Namun Sobat Greeners tidak perlu khawatir karena hal ini sangat normal terjadi. Hal ini karena anak-anak lebih sensitif terhadap aroma dan rasa sehingga mereka tidak menyukai sayuran karena memiliki rasa yang agak pahit.

Menurut beberapa penelitian, anak-anak harus mencicipi sayuran baru hingga 15 kali sebelum diterima. Selama proses tersebut berikut beberapa tips yang bisa Sobat Greeners lakukan untuk membuat anak-anak dapat terbiasa dan menyukai sayuran!

1. Campurkan sayuran ke dalam makanan favorit

Walau sayuran jarang diminati, namun anak-anak pasti memiliki satu atau dua makanan yang menjadi makanan favorit mereka. Sebagai langkah pertama, untuk membuat anak terbiasa kita bisa menyelipkan beberapa irisan sayur pada makanan kesukaannya. Dengan begitu, mereka akan fokus kepada makanan kesukaannya tanpa menyadari keberadaan sayur yang sudah kamu masukkan. Seperti telur yang bisa kira tambahkan beberapa irisan sayur, ataupun pada nasi goreng dengan tambahan potongan wortel.

2. Buat sayuran lebih menarik

Selain memiliki sensitivitas terhadap aroma dan rasa yang kuat, anak kecil juga memiliki memori tentang rasa sayur yang tersimpan di dalam otak. Sehingga membuat mereka menganggap semua makanan hijau memiliki cita rasa yang sama.

Untuk mengimbangi hal ini, Sobat Greeners bisa membuat sayur dengan kesan baru yang bisa memancing rasa ingin tahu anak. Kamu bisa menghilangkan efek traumatis pada anak dengan membuat sayur menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka.

3. Libatkan mereka dalam mengolah sayuran

Anak-anak cenderung memiliki rasa pengetahuan yang tinggi, Sobat Greeners bisa memanfaatkan hal ini dengan melibatkan mereka terhadap pengolahan sayuran. Sobat Greeners juga bisa mengajak mereka pergi ke swalayan atau memetik sayuran di belakang rumah.

Setelah itu pada proses memasak kamu juga bisa melibatkan si kecil untuk mencuci sayur, memasukkan sayuran ke dalam panci. Ketika anak sudah cukup besar kamu bisa membiarkannya untuk membantu memarut juga memotong sayuran. Dengan itu, mereka bisa menganggap hal ini menyenangkan dan mulai penasaran untuk mencicipi sayuran yang sudah mereka buat.

4. Sediakan sayuran setiap hari

Bisa karena terbiasa itu merupakan hal yang dapat terjadi lho! Termasuk dalam membiasakan anak terhadap sayuran Sobat Greeners. Untuk menciptakan pola sehat pada anak, usahakan untuk selalu menyajikan sayuran di meja makan ya. Lalu jangan lupa juga kalau anak-anak suka mencontoh perilaku orang dewasa di sekitarnya. Jadi pastikan kalau kamu juga menyukai dan makan sayuran setiap hari. Pelan tapi pasti mereka akan mulai terbiasa dengan sayuran dan mencoba untuk memakannya.

5. Jangan memaksa anak

Meski sangat sederhana, cara ini merupakan salah satu hal yang banyak orang tua lupakan. Ketika anak tidak menyukai sayur, jangan memarahi atau memaksanya ya Sobat Greeners! Karena hal ini akan membuat si kecil lebih tidak menyukai dan trauma kepada sayuran.

Memperkenalkan makanan kepada anak-anak dalam suasana yang lebih tenang jauh lebih efektif daripada memaksa mereka makan sesuatu yang tidak mereka inginkan. Sebagai pengganti sayuran sementara, Sobat Greeners bisa memberikan makanan bergizi lainnya seperti ikan atau suplemen vitamin. Lalu jangan lupa untuk tidak menyerah dan tetap semangat!

6. Biarkan mereka memilih sayuran yang mereka sukai

Setelah si kecil bisa menerima sayur dan memakannya, jangan lupa untuk tanyakan sayuran mana yang ia sukai. Sobat Greeners juga bisa bertanya kenapa ia menyukai makanan tersebut, apakah dari warna, bentuk, atau rasa. Lalu cobalah untuk mengenalkan sayuran lain yang serupa kepada mereka agar mendapatkan sumber kalsium, zat besi, dan vitamin lainnya.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

SwimLabs

Teaching Mama

Top

You cannot copy content of this page