Cabrini Asteriska, Rilis Mini Album Bertemakan Alam

Reading time: 3 menit
Cabrini Asteriska Widiantini. Foto: Instagram @asteriska_

Jakarta (Greeners) – Cabrini Asteriska Widiantini, vokalis Barasuara resmi merilis mini album solonya yang bertajuk “Rumah Kita” pada Jumat, 23 Juli 2021. Mini album yang sudah dapat dinikmati dalam berbagai platform digital ini memuat 4 lagu yang seluruhnya bertemakan alam. Dalam mini album ini terbagi 2 sub tema pada lagu yang ia ciptakan, yaitu Daratan dan Lautan.

Lagu-lagu yang berada pada sub tema Daratan yaitu Ibu Pertiwi dan When Earth Speaks. Sedangkan, lagu yang berada pada sub tema Lautan adalah Cerita Laut serta The Waves and The Grey. Asteriska menyebut inisiasi dalam pembuatan mini album ini, berawal dari pertanyaan dalam dirinya tentang kontribusi apa yang sudah ia lakukan untuk alam.

“Akhirnya suatu pagi bangun tidur tuh tiba-tiba kayak pengen deh bikin sesuatu yang apa ya membuat aku at least lebih berguna sedikit lah sebagai manusia gitu karena apa sih sebenarnya yang sudah aku lakukan buat bumi gitu kan,” kata Cabrini Asteriska kepada Greeners, Kamis (22/07/2021).

Sebagai musisi, Asteriska mengatakan bahwa lewat lagu ia dapat menuangkan segala sesuatu apa yang ia ingin sampaikan. Mini album ini merupakan cerminan dari rasa pilu dan keprihatinannya dengan keadaan Bumi pada saat ini.

Menilik Makna yang Terkandung Pada Mini Album “Rumah Kita”

Kisah dalam lagu “Ibu Pertiwi” salah satu track list dari mini album tersebut, merupakan keresahan dan kekhawatiran Asteriska terhadap perubahan iklim, kebakaran hutan yang melanda Bumi, terutama Indonesia. Lebih jauh, ia mengkhawatirkan keadaan Bumi yang akan bertambah buruk pada kehidupan generasi selanjutnya, jika saat ini manusia masih tidak merawat Bumi dengan baik.

“Ibu Pertiwi ini keresahan aku pada 2021 karena memikirkan kedepannya anak kita masih bisa kayak gini apa nggak gitu, jadi kayak seakan-akan aku juga memohon ke Ibu Pertiwi memang sih ini kesalahan kita tapi ya boleh nggak sih kasih keringanan,” jelasnya.

Track list sub tema Daratan ke-dua adalah When Earth Speaks, berbeda dengan yang lainnya, ia merupakan sebuah karya instrumental. Asteriska berharap, instrumental ini dapat memberikan ketenangan serta dapat menemani pendengar ketika sedang berada di alam.

“Aku membayangkan musik yang seakan-akan itu bumi lagi ngobrol sama aku kalau aku lagi duduk memejamkan mata di alam terbuka yang dibisikin sama alam semesta tuh itu,” ujarnya.

Selanjutnya, sub tema Lautan, pada Cerita Laut dan The Waves and The Grey. Asteriska mengaku, dua lagu tersebut ia ciptakan pada waktu yang berdekatan. 

“Pada dua lagu ini aku memposisikan jadi dua posisi, sebagai manusia sama sebagai si makhluk lautnya. Dan ternyata lebih memudahkan aku karena ketika aku jadi makhluk laut ternyata sesakit itu kayak gila rumah gue dihancurin lo ya, bikin lagunya jadi semudah itu karena aku menempatkan diri sebagai si makhluk lautnya,” jelasnya lagi.

Foto: Instagram @hastosa_

Program Donasi

Harapan Asteriska, lewat lagunya ia dapat memberikan sesuatu untuk alam dan membantu meningkatkan awareness masyarakat.

Selain itu, tujuan lain dari mini album “Rumah Kita” adalah untuk menggalang donasi melalui kampanye “Lindungi Bumi, Rumah Kita”. Penggalangan dana ini, nantinya akan diserahkan kepada dua lembaga non-profit, yaitu North Bali Reef Conservation dan Lindungi Hutan.

“Dengan aku nantinya bantu galang dana bareng temen-temen yang nanti ikut donasi ini kan otomatis kita sebenarnya bantuin bumi kita bantu melestarikan bumi kan tapi melalui tangan-tangan mereka mereka yang memang lebih capable,” harapnya.

Asteriska menjelaskan, kedua Lembaga tersebut mempunyai program yang berbeda. North Bali Reef Conservation mempunyai fokus terhadap penangkaran penyu dan pembuatan terumbu karang. Sedangkan Lindungi Hutan memiliki program penanaman pohon.

Cabrini Asteriska: Step Kecil Itu Penting

Sejalan dengan pesan dalam mini album yang ia rilis, perempuan yang akrab disapa Icil ini mengatakan bahwa alam merupakan hal yang sangat dekat dengan manusia. Sadar dengan hal tersebut, langkah yang ia lakukan dalam menyelamatkan bumi adalah menerapkan pola hidup ramah lingkungan pada kehidupannya sehari-hari.

Menurutnya, langkah tersebut memang tidak mudah untuk dilakukan. Tetapi, masyarakat wajib untuk belajar dan memulai pola hidup ramah lingkungan walaupun hanya langkah-langkah kecil.

Baginya, langkah kecil merupakan hal yang sangat penting. Apabila langkah kecil tersebut dilakukan oleh banyak masyarakat, hal itu akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap bumi.

“Itu part of salah satu keinginan dan yang aku upayakan ya. Walaupun aku tahu sih sesusah itu karena aku juga berasal dari keluarga yang bukan 100% ramah lingkungan. Ketika sekarang aku udah mulai melek mata memang masih susah juga sebenarnya tapi menurut aku lebih baik aku aware dan mencoba mulai step kecil kecil daripada nggak sama sekali,” tuturnya.

Dalam penerapannya, Asteriska mengaku sudah mengganti beberapa penggunaan plastik sekali pakai dengan produk yang lebih ramah lingkungan. Seperti menggunakan plastik biodegradable yang mampu terurai dengan cepat, dan sikat gigi serta tissue yang menggunakan bahan bambu. Lalu, ia juga sudah tidak mengkonsumsi daging merah dalam satu tahun terakhir.

Lebih lanjut, Asteriska juga berpesan untuk saling menjaga makhluk hidup yang ada di Bumi dan keadaan Bumi itu sendiri. Ia mengingatkan, bahwa manusia merupakan satu-satunya harapan yang bisa menyelamatkan Bumi.

“Kita ini kan tinggal di bumi, bumi adalah rumah kita kalau bukan kita yang jaga siapa lagi yang mau jaga karena kita yang tinggal di dalamnya,” tutupnya.

Penulis: Zahra Shafira

Top
You cannot copy content of this page