Cat Mengandung Timbal Hantui Anak Indonesia

Reading time: 2 menit
Anak-anak Indonesia masih dihantui cat mengandung timbal. Foto: Shutterstock

Jakarta (Greeners) – Penasihat Senior Nexus3 Yuyun Ismawati prihatin melihat jutaan anak Indonesia terpapar cat beracun setiap hari di taman bermain dan sekolah.

“Selama beberapa dekade, lebih dari 30 juta anak Indonesia terus terpapar cat beracun setiap hari di taman bermain dan sekolah. Sungguh memprihatinkan melihat anak dan cucu kita, tak berdaya menghirup debu beracun sementara otak mereka masih tumbuh,” ungkap Yuyun dalam acara “Say No To Lead Poisoning” baru-baru ini.

Sebelumnya pada tahun 2019, Nexus3 Foundation melakukan penelitian pada 32 taman bermain dan ruang terbuka ramah anak yang berada di Jakarta. Hasilnya mereka temukan sekitar 69 % peralatan main di sana mengandung timbal dengan konsentrasi tinggi.

Oleh karena itu, Nexus3 Foundation bergabung dengan Global Alliance to Eliminate Lead Paint (selanjutnya disebut the Alliance) mengadakan Pekan Pencegahan Keracunan Timbal Internasional (ILPPW) pada 23-29 Oktober 2022.

Kegiatan ini merupakan kampanye publik untuk mendesak perlindungan kesehatan anak-anak Indonesia melalui aksi untuk menghilangkan penggunaan cat bertimbal.

Selama periode aksi tersebut, Nexus3 Foundation akan mengecat ulang sepuluh taman bermain di TK dan PAUD di lima kota di besar di Indonesia. Lokasinya yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Aksi ILPPW tahun ini menandai peringatan tahun kesepuluh kampanye tahunan untuk meningkatkan kesadaran publik di seluruh dunia dari ancaman keracunan timbal. Termasuk dari cat bertimbal, yang masih terus Indonesia serta sebagian besar negara di dunia produksi dan gunakan.

Yuyun Ismawati beberkan hasil riset Nexus3 dalam sebuah kesempatan. Foto: Greeners/Fitri Annisa

Bisa Sebabkan IQ Anak Indonesia Menurun

Timbal merupakan racun yang sangat berbahaya dan dapat mempengaruhi berbagai sistem tubuh pada anak. Bahkan meski dosis rendah, timbal dapat memengaruhi perkembangan otak anak-anak, mengakibatkan penurunan IQ. Selain itu juga perubahan perilaku seperti berkurangnya rentang perhatian dan peningkatan perilaku antisosial.

Paparan timbal juga dapat merusak ginjal, organ reproduksi, dan sistem kekebalan tubuh serta mengakibatkan anemia dan hipertensi. Efek neurologis dan perilaku timbal biasanya tidak dapat diubah.

Yuyun meminta perusahaan berhenti menggunakan pigmen dan pengering berbasis timbal. Ia menilai bahwa sudah seharusnya perusahaan mengadopsi standar baru terkait batas aman kandungan timbal dalam cat yakni 90 ppm.

Desak Buat Cat Tanpa Timbal

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah segera membuat kebijakan yang mengatur produksi cat tanpa timbal.

“YLKI juga mendorong meminta kepada pemerintah membuat regulasi terkait cat tanpa timbal. Produsen juga harus punya komitmen membuat cat tanpa timbal. Bagi konsumen juga harus menggunakan cat tanpa timbal jangan mencari yang murah tetapi membawa petaka bagi konsumen itu sendiri,” jelasnya.

Dengan aksi ini, YLKI juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan anak-anak dan lingkungan agar tidak tercemar limbah timbal ini.

“Bersama-sama mewujudkan cat tanpa timbal di Indonesia demi kesehatan masyarakat, kesehatan anak-anak dan lingkungan. Jangan sampai itu menjadi tercemar,” pungkasnya.

Penulis : Fitri Annisa

Editor : Ari Rikin

Top