Dampak Kesehatan Berdiri Lebih dari Lima Jam

Reading time: 2 menit
Berdiri Terlalu Lama
Foto: shutterstock.com

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa duduk dalam kurun waktu berjam-jam dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, berdiri dengan jangka waktu lama ternyata juga  memiliki dampak negatif bagi tubuh. Jika biasanya orang menghabiskan waktu untuk duduk saat bekerja, berdiri berjam-jam justru berkaitan dengan meningkatnya produktivitas seseorang.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Ergonomics mencatat bahwa berdiri sambil bekerja memiliki kemungkinan yang tidak begitu baik. Penulis studi, Leon Straker, yang bekerja di Sekolah Fisioterapi dan Ilmu Pelatihan, Universitas Curtin, bersama timnya menguji pengaruh berdiri terhadap fungsi kognitif dan kenyamanan tubuh. Penelitian melibatkan 20 orang dewasa yang bekerja dan berdiri selama dua jam.

Baca juga: Bahaya Duduk Terlalu Lama

Hasil studi menyebut, berdiri selama lima jam sehari berkontribusi pada kelelahan otot tungkai bawah yang signifikan dan berkepanjangan. Ini juga dapat meningkatkan risiko sakit punggung jangka panjang dan gangguan muskuloskeletal.

Hampir setengah dari seluruh pekerja di dunia menghabiskan lebih dari tiga per empat hari kerja. Mereka di antaranya pekerja teller bank, asisten ritel, pekerja jalur perakitan, dan lainnya.

Maria Gabriela Garcia, seorang kandidat doktoral di Departemen Ilmu Kesehatan dan Teknologi di ETH Zurich, Swiss mengatakan, dua jam berdiri di tempat kerja tidak terkait dengan masalah. Namun periode berdiri yang lebih lama kemungkinan memiliki efek yang merugikan.

Berdiri Terlalu Lama

Foto: shutterstock.com

Melansir webmd.com, Jurnal Human Factors mencatat berdiri dalam waktu lama berhubungan dengan risiko yang lebih tinggi. Risiko jangka pendek meliputi kram kaki dan sakit punggung. Namun, studi lain juga tengah diteliti untuk melihat apakah berdiri lama meningkatkan risiko jangka panjang.

Sebuah penelitian lain menguji 14 pria dan 12 wanita. Setengahnya berusia antara 18 dan 30 tahun dan sisanya antara 50 dan 65 tahun. Tidak ada yang memiliki riwayat gangguan neurologis atau muskuloskeletal. Semua responden diminta untuk menahan diri dari aktivitas tingkat tinggi sehari sebelum berpartisipasi.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental Saat Menghadapi Pandemi

Hasilnya, terlepas dari usia atau jenis kelamin, peserta sama-sama cenderung mengalami kelelahan yang signifikan pada akhir hari kerja. Kelelahan yang signifikan merupakan tanda jelas kelelahan otot. Pengamatan itu dilakukan selama lebih dari setengah jam setelah periode berdiri berakhir. Namun Garcia mengatakan masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk membantu para pekerja yang berdiri dalam jangka panjang.

Untuk meminimalisir gangguan kesehatan, sebaiknya meluangkan waktu untuk beristirahat selama lima menit sembari meluruskan kaki. Pekerjaan duduk dan berdiri secara bergantian, kata Garcia, juga bermanfaat karena meringankan masalah akibat duduk dan berdiri lama. “Latihan peregangan teratur, istirahat, rotasi kerja, atau aktivitas yang lebih dinamis dapat mengurangi efek kelelahan jangka panjang,” kata Garcia.

Penulis: Ridho Pambudi

Top
You cannot copy content of this page