Full Circle Hadirkan Produk Skincare dari Ampas Jelai

Reading time: 2 menit
Perusahaan kosmetik asal Inggris memanfaatkan limbah jelai untuk produk kosmetiknya yang ramah lingkungan, Foto: Situs Resmi Full Circle

Perusahaan kosmetik ramah lingkungan asal Inggris, Full Circle, baru-baru ini telah menghadirkan inovasi terbaru dalam dunia kecantikan. Mereka baru saja meluncurkan produk perawatan kulit atau skincare bernama TONIQ yang sepenuhnya terbuat dari limbah pangan. Full Circle menggunakan limbah pangan berupa ampas jelai untuk membuat produk terbaru mereka.

Melansir dari situs resmi Full Circle, TONIQ sendiri merupakan produk skincare berupa serum wajah yang kaya akan kandungan zat alami. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa TONIQ dapat menenangkan dan meredakan iritasi pada wajah. Selain itu, serum tersebut juga dapat mengunci kelembapan wajah dan dapat mencegah wajah dari penuaan dini.

“Seluruh kebaikan yang dimiliki oleh TONIQ berasal dari ampas jelai itu sendiri. Ampas jelai yang kami gunakan kaya akan kandungan protein, peptida, asam amino dan juga karbohidrat,” ujar Harry Mcllwraith, General Manager dari Full Circle, dalam Cosmetics Design. “Dengan berbekal kandungan zat-zat tersebut, serum terbaru kami dapat bekerja secara cepat. Setelah mengaplikasikan serum TONIQ pada wajah, kemerahan dan iritasi dapat mereda hanya dalam waktu 30 menit.”

Untuk membuat produk serum TONIQ dari ampas jelai, ada beberapa tahapan yang harus Full Circle lakukan terlebih dahulu. Pertama-tama, mereka akan mengumpulkan ampas jelai yang mereka peroleh dari perusahaan bir. Setelah itu, mereka akan menambahkan suatu enzim pada ampas jelai untuk memecah kandungan protein di dalamnya. Selanjutnya, kandungan protein tersebut mereka olah kembali hingga menjadi larutan serum yang siap digunakan.

“Meskipun terbuat dari ampas jelai yang berasal dari proses pembuatan bir, TONIQ 100 persen bebas alkohol dan aman bagi kulit sensitif,” kata Harry.

Full Circle dan Misinya untuk Menyelamatkan Bumi

Selain bertujuan untuk menghadirkan skincare organik yang aman, Full Circle juga memiliki misi mulia lainnya ketika menciptakan TONIQ. Dengan menciptakan produk perawatan wajah dari ampas jelai, mereka ingin menyelamatkan bumi dari timbunan limbah pangan yang semakin menggunung. Selain itu, mereka juga ingin mengurangi konsumsi sumber daya alam yang berlebihan.

“Kami selalu yakin bahwa suatu hari nanti setiap produk kecantikan akan sepenuhnya ‘hijau’ dan bebas limbah. Di masa depan, penggunaan limbah dan bahan daur ulang lainnya akan semakin mendominasi dalam segala aspek,” tulis Full Circle.

Tidak hanya memanfaatkan ampas jelai saja, Full Circle juga memanfaatkan limbah pangan lainnya untuk membuat produk skincare yang lain. Mereka memanfaatkan limbah beri, biji rami, beras, zaitun, hingga arang aktif. Mereka berhasil mengolah kembali 350 juta limbah beri dan ribuan kilo limbah beras agar tidak terbuang percuma.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Situs Resmi Full Circle

Cosmetics Design

Top