Hugo Boss Adopsi Kebijakan Bebas Bulu Hewan

Reading time: 1 menit
Koleksi HUGO BOSS. Sumber: www.ecouterre.com

Hugo Boss mengambil keputusan besar untuk memproduksi rancangan busananya dengan tidak menggunakan bulu binatang. Bekerjasama dengan Humane Society Of The United States dan The Fur–Free Alliance, merek busana mewah asal Jerman ini telah mengumumkan untuk mengadopsi kebijakan 100 persen bebas bulu hewan yang akan berlaku untuk koleksi musim dingin tahun 2016.

“Kami telah memutuskan untuk menjalankan rute yang berbeda dari biasanya. Oleh karena itu, kami mengutamakan strategi perusahaan berkelanjutan, dalam hal ini perlindungan terhadap hewan, di atas rute ‘cepat’ dan ‘sederhana’ untuk meraih sukses,” ujar Direktur Label dan Kreatif Busana Olahraga dari Hugo Boss, Bernd Keller seperti dikutip dari situs  ecouterre.com.

Di samping itu, Keller menambahkan bahwa keputusan ini dapat menginspirasi generasi sekarang bahkan generasi yang akan datang dengan kemewahan model baru. Kemewahan yang mempromosikan alternatif buatan yang manusiawi tanpa mengorbankan hewan.

Hugo Boss mendapat apresiasi dari keberaniannya dalam mengambil keputusan. Tidak hanya dari aktivis kesejahteraan hewan, namun Presiden serta CEO dari Humane Society pun memuji perusahaan yang ingin menyelamatkan ribuan hewan dari penyiksaan untuk dijadikan ke dalam rancangan busana.

“Mengganti kekejaman dengan inovasi yang berkelanjutan adalah masa depan dari industri fashion. Tidak hanya Hugo Boss, bahkan merek fashion ternama lainnya seperti Calvin Klein dan Tommy Hilfiger hingga Stella McCartney dan Ralph Lauren semakin tidak ingin ada busananya menggunakan bulu,” ujar Pacelle dalam blog humanesociety.org.

Saat ini, Hugo Boss memilih penyedia wool yang tidak melakukan praktik “mulesing“. Mulesing adalah operasi pembedahan yang menyakitkan untuk mengambil kulit pada bagian belakang hingga ekor pada domba, biasanya tanpa obat anestesi, untuk mencegah infeksi parasit flystrike. Dalam keputusan besarnya ini, Hugo Boss berharap 90 persen produksi busananya bebas dari praktik mulesing pada tahun 2020.

Penulis: Gloria Safira

Top