Jamaica Cafe, Jangan Jadi Bakteri yang Buruk

Reading time: 2 menit
Jamaica Cafe. Foto: greeners.co/Gloria Safira

“Mari teman-teman hijaukan bumi kita demi masa depan, anak cucu kita..
Mari teman-teman hijaukan bumi kita demi masa depan, bumi aman hidup pun nyaman..”
(Jamaica Cafe – Hijaukan Bumiku)

Jakarta (Greeners) – Ajakan kepada masyarakat untuk mencintai lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan oleh Jamaica Cafe yang memutuskan untuk membuat musik ramah lingkungan untuk menjadi salah satu alat mengedukasi masyarakat.

Jamaica Cafe yang terdiri dari Prihartono “Anton” Mirzaputra (bariton 1, falsetto, perkusi), Michael “Biyik” da Lopez (bariton 2), Enriko “Iko” Simangunsong (tenor 2), Pambudi “Bayu” Bayuseno (bass), dan Bambang “Tito” Laksono (bariton 3, falsetto, terompet) telah berkomitmen untuk mencintai lingkungan sekitar. Mereka juga menganggap bahwa bumi ini layaknya tubuh yang harus dijaga dengan masyarakat sebagai bakterinya.

“Saya menganggap bumi seperti tubuh manusia. Tubuh akan menyehatkan jika kita menjaganya. Sama halnya dengan bumi, bumi akan menyehatkan kalau kita jaga. Jadi, kita jangan marah kalau terjadi kekeringan dan banjir yang merupakan akibat dari diri kita sendiri, karena sebenarnya itu efek. Kami percaya bahwa (bumi) itulah badan kita. Kalau kita memiliki bakteri yang buruk akan merusak tubuh, namun jika kita memiliki bakteri baik maka tidak akan rusak,” ujar Iko.

Grup musik yang telah terbentuk selama 24 tahun ini juga menyatakan diri sebagai grup musik ramah lingkungan. Bukan karena jenis musik Acapella mengandalkan suara mulut untuk menghasilkan bunyi-bunyian, namun mereka pun tidak ingin menggunakan kertas untuk menulis lirik-lirik lagu.

“Salah satu cara kita adalah menghemat energi seperti tidak menggunakan alat musik listrik ataupun mematikan lampu jika memang tidak butuh untuk dinyalakan. Selain itu, mencabut charger yang masih mencolok namun tidak terpakai, karena hal ini yang biasa disepelekan padahal dia (charger) sangat berpengaruh dalam pembuangan energi,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan, Jamaica Cafe meminta dibawakan handuk kecil ketimbang tissue kepada panitia jika diminta manggung di suatu acara. Menurut mereka, handuk kecil lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.

“Salah satu cara kita mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan adalah ketika kita mengisi acara, kita menyelipkan lagu-lagu bertema lingkungan yang bisa kita bawakan dan memberikan penjelasan pada masyarakat,” imbuhnya.

Secara sadar, lanjut Iko, manusia hanya meminjam bumi ini. Namun, jika terus dihancurkan maka sama saja dengan menghancurkan diri sendiri. Ia juga menambahkan bahwa bencana-bencana yang terjadi bisa jadi salah manusianya sendiri.

“Sebenarnya bencana yang terjadi akibat ulah manusia. Secara langsung kita telah menciptakan kiamat-kiamat kecil, seperti banjir bandang,” pungkasnya.

Penulis: Gloria Safira

Top