Kebersihan, Kunci Rumah Tetap Sehat dengan Hewan Peliharaan

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: seotwist.com

Jakarta (Greeners) – Bagi sebagian orang, memelihara binatang adalah suatu kebutuhan. Karena kondisi tertentu, sering kali manusia menjadikan hewan peliharaannya sebagai teman terdekat yang dapat menemani aktivitas keseharian mereka.

Menurut Ketua Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia (ADHPHKI), Drh. Gunadi Setiadarma, sah-sah saja jika manusia sangat dekat dengan hewan yang mereka pelihara. Namun, Gunadi mengingatkan agar masyarakat senantiasa memperhatikan kebersihan lingkungan dan hewan itu sendiri.

“Kebersihan lingkungan itu yang utama,” ujar Gunadi kepada Greeners saat ditemui di klinik hewan miliknya di area Kemang, Jakarta Selatan.

Gunadi menjelaskan, hewan sejatinya adalah mahluk yang tetap membutuhkan kebersihan. Secara alami, mereka tetap membutuhkan area-area tertentu yang bersih untuk melakukan aktivitasnya.

“Secara alami, hewan itu juga berusaha menjadikan tempat istirahatnya bersih. Jadi, kita manusia harus mengkondisikan juga,” jelas pria yang juga memelihara kucing di rumahnya itu.

Ketua Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia (ADHPHKI), Drh. Gunadi Setiadarma. Foto: greeners.co/Teuku Wildan

Ketua Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia (ADHPHKI), Drh. Gunadi Setiadarma. Foto: greeners.co/Teuku Wildan

Tikus contohnya, meskipun terkesan kotor dan jorok oleh manusia, menurut Gunadi hewan ini tetap membutuhkan area-area yang bersih sebagai tempat istirahatnya. “Kalau toh ada bau-baunya, itu pasti dari badannya yang masih terpapar dari urine. Jadi bukan dari tempat dia istirahat,” ujarnya.

Penggemar hewan reptil harus tahu bahwa secara natural, hewan reptil lebih menyukai tempat yang lembab. Pasalnya, tempat lembab cenderung ditumbuhi lumut dan ganggang, namun ini bukan alasan bagi sang pemelihara untuk tidak membersihkannya.

Pun demikian dengan hewan peliharaan kecil seperti anjing dan kucing. Sang empunya harus rutin menjaga kebersihan hewan dan lingkungannya. Pasalnya, feses hewan peliharaan akan menimbulkan proses oksidasi dan biokimia yang membuat lingkungan tersebut menjadi bau dan tidak sehat. “Rumah bau itu karena (kotoran hewan) enggak segera dibersihkan. Jadi jangan mikir bersihin cuma dua kali sehari atau seminggu, harus sesering mungkin,” jelas pria berkaca mata ini.

Waspadai Zoonosis

Kebersihan lingkungan adalah salah satu syarat untuk menjaga hewan peliharaan agar terhindar dari penyakit. Menghindari hewan terserang penyakit, lanjut Gunadi, sangat penting untuk mencegah zoonosis. Zoonosis sendiri merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan sebaliknya.

Menurut Gunadi, tidak sedikit orang yang tertular penyakit dari hewan peliharaannya. “Pernah ada orang datang memeriksakan hewan peliharaannya yang kulitnya kena penyakit kulit. Ternyata dia juga kena, tertular sama penyakit hewannya,” katanya.

Dokter hewan ini juga mengingatkan bahwa zoonosis terjadi dua arah. “Zoonosis kan dua arah. Jangan sampai kita sembuh, anjingnya sakit, terus anjingnya sembuh, kita sakit,” ujarnya dengan sedikit tawa.

Selain penyakit yang menular, kutu serta cacing dari hewan peliharaan juga perlu diwaspadai. Hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing, memiliki bulu dengan ketebalan tersendiri yang berpotensi menjadi sarang kutu.

“Cacing di hewan kan ada yang bisa menembus kulit manusia. Kutu juga faktor penyakit yang bisa bikin parasit di darah. Kita harus hindari itu,” jelasnya.

Untuk menghindari hal ini, memandikan peliharaan dengan sampo atau cairan pembersih khusus hewan dan memberikan obat cacing secara rutin penting untuk dilakukan. Dengan demikian, baik pemilik hewan peliharaan maupun hewan peliharaannya sama-sama sehat.

Penulis: TW/G37

Top
You cannot copy content of this page