Keluarga Pascual Duarte

Reading time: 2 menit

Judul Buku             : Keluarga Pascual Duarte
Penulis                   : Camilo Jose Cela
Jumlah Halaman     : 146 halaman, cetakan pertama 1942
Penerbit                  : Gramedia Pustaka Utama

Camilo Jose Cela adalah seorang nihilis sejati. Akan tetapi, jangan pernah meragukan prestasinya. Pencapaian hebatnya menjadi seorang penulis terbukti ketika ia meraih nobel di bidang sastra. Karya-karyanya banyak mengundang kontroversi, salah satunya melalui ungkapan seperti, “Seni menciptakan keindahan dari ‘sesuatu yang tak ada artinya’”. Cela penulis yang kejam, sengit, kasar kata-katanya, dan bahkan bermulut busuk dalam menggambarkan nilai-nilai kebajikan manusiawi. Edisi pertama Pascual Duarte diterbitkan di Madrid-Burgos dan sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia.

Inilah kisah tentang Pascual Duarte, seorang petani dengan berlatar desa kecil di Provinsi Bedajos, Spanyol. Sebuah desa yang gersang, banyak pohon zaitun, dan babi. Pada awal cerita, kita diajak untuk menelusuri tempat Duarte tinggal. Duarte tinggal di luar desa, dua ratus langkah dari kelompok yang terakhir.

Duarte tinggal bersama kedua orangtuanya, yang jarang sekali rukun. Mereka dibesarkan dalam kesulitan, tak diberkati dengan sifat-sifat khusus yang baik, dan tak mau pasrah pada nasib. Malangnya, Duarte seolah mewarisi kekurangan orangtuanya. Masa kecil Duarte berjalan tak terlalu menyenangkan. Hampir setiap hari ia melihat pertengkaran kedua orangtuanya.

Suatu hari di pertengahan musim panas, lahirlah adik perempuan Duarte yang diberi nama Rosario. Kelahiran adik perempuan itu diiringi semakin memburuknya keadaan keluarga tersebut demi membesarkan Rosario. Sampai pada suatu hari, Rosario yang menginjak umur empat belas tahun meninggalkan rumah. Penderitaan Duarte bertambah dengan lahirnya si malang Mario, belum lagi disusul oleh kematian ayah Duarte.

Memasuki pertengahan cerita, kita bisa menghela napas sejenak dari ketegangan-ketegangan, untuk memasuki babak baru yang menyenangkan dengan pernikahan Duarte dan Lola. Kita pun diajak untuk menerawang semua keindahan yang dialami Duarte dan Lola sewaktu mereka berbulan madu. Akan tetapi, kesenangan itu tidak bertahan lama, sebab ketegangan dimulai lagi semenjak mereka kembali dari bulan madu.

Dalam buku ini, pembaca dihadapkan pada permasalahan yang tak kunjung henti dan berharap ada kejadian menggembirakan pada keluarga Duarte. Duarte memiliki sifat keras kepala dan tak pernah berpikir panjang mengenai semua keputusan yang diambil. Kepolosan atau kebodohan menjadi abu-abu yang membawa Duarte pada kejadian paling mengerikan dalam hidupnya.

Buku ini dapat menjadi referensi yang menarik untuk menggali, memahami dan membangun fondasi dalam keluarga. Bagaimana orangtua amat berperan penting dalam mengkonstruksi anak demi menentukan peran hidupnya ke depan. Bagaimana anak merupakan hasil bentukan dari orang tua dan lingkungan. Buku ini menjadi modal penting dalam dunia modern yang sarat akan kesibukan, dan kurang perhatiannya orangtua dalam pembentukan karakter anak. (usenk)

Top
You cannot copy content of this page