Koleksi Tas Ramah Lingkungan dari Kulit Kursi Pesawat

Reading time: 2 menit
Produk tas "Carry On Collection" hasil kerjasama Alaska Airlines dan Looptworks. Foto: www.ecouterre.com

Setelah sebelumnya United Airlines meluncurkan koleksi tas yang dibuat dari banner publikasi milik maskapai mereka yang sudah tidak terpakai, kali ini maskapai Alaska Airlines mengikuti jejak yang sama. Maskapai satu ini mengolah kembali bagian dari kursi penumpang pesawat yang telah usang menjadi berbagai produk tas yang unik.

Alaska Airlines bekerjasama dengan Looptworks menggunakan kembali kulit kursi penumpang yang sudah lama dari pesawat Horizon Air, anak perusahaan Alaska Airlines, menjadi berbagai tas berkualitas tinggi. Looptworks sendiri merupakan brand asal Portland yang sudah piawai mengolah barang-barang bekas menjadi produk baru. Siapa sangka, dari kulit kursi pesawat yang sudah tidak terpakai, dapat tercipta koleksi seri dompet, tas laptop, tote bag hingga tas selempang.

Produk tas "Carry On Collection" hasil kerjasama Alaska Airlines dan Looptworks. Foto: www.ecouterre.com

Produk tas “Carry On Collection” hasil kerjasama Alaska Airlines dan Looptworks. Foto: www.ecouterre.com

Banyak hal yang membuat tas tersebut menjadi spesial. Koleksi tas yang diberi label “Carry On Collection” ini dibuat eksklusif dan sesuai pesanan, sehingga tas ini tergolong terbatas dan tidak dibuat dalam jumlah banyak. Selain itu, tas ini pun diproduksi non-profit dan mempekerjakan para penyandang disabilitas di Oregon, serta diproduksi secara handmade dan bergaransi seumur hidup.

“Misi kami adalah untuk menginspirasi perubahan, baik para pembeli dan model dalam industri manufaktur, karena masih mudah untuk membuat produk dari bahan baru, berbeda dengan mengolah ulang bahan yang ada,” ujar Scott Hamlin, pendiri dari Looptworks seperti dikutip dari ecouterre.com.

Produk tas "Carry On Collection" hasil kerjasama Alaska Airlines dan Looptworks. Foto: www.ecouterre.com

Produk tas “Carry On Collection” hasil kerjasama Alaska Airlines dan Looptworks. Foto: www.ecouterre.com

Ide ini pun memangkas kebutuhan produksi kulit dengan jumlah banyak dan mengurangi penggunaan air hingga 1.500 galon air per produk. Sebuah produk upcycling yang diharapkan tidak hanya berpengaruh terhadap lingkungan dan alam, namun juga berguna untuk masa depan dunia fesyen. Sekaligus, memberikan kehidupan kedua bagi barang-barang bekas tersebut untuk bisa menjadi produk yang lebih dihargai.

Penulis: DR/G16

Top