I Am a Plastic Bag, Tas Daur Ulang dari Botol Plastik

Reading time: 2 menit
I Am a Plastic Bag
I Am a Plastic Bag. Foto: www.anyahindmarch.com

Pengolahan kembali atau daur ulang limbah memang sudah cukup sering digerakkan. Sedikit berbeda dari yang lainnya, kali ini seorang perancang aksesoris mode asal Inggris membuat terobosan baru dengan mengatakan slogan “say NO to plastic” yang disertai dengan peluncuran mode terbarunya.

Dilansir dari theguardian.com, Anya Hindmarch, perancang aksesoris mode, menghabiskan waktu lebih dari dua tahun untuk mengembangkan mode bertema “I Am a Plastic Bag”. Setelah satu dekade lalu ia meluncurkan koleksi bertema “I Am Not a Plastic”.

I Am a Plastic Bag” merupakan koleksi terbaru dari Hindmarch yang menggunakan kain tenun sebagai bahan utama. Kain tersebut digunakan untuk membuat tas ramah lingkungan. Bahannya berasal dari benang yang terbuat dari botol plastik dan menggunakan keahlian modern.

I Am a Plastic Bag

I Am a Plastic Bag. Foto: www.anyahindmarch.com

Proses Produksi

Pertama, botol-botol plastik akan disortir, diparut, dicuci, dan diubah menjadi butiran berbentuk pelet. Pelet ini lalu dilebur menjadi serat yang kemudian dipintal dan ditenun untuk membuat kain.

Untuk menciptakan hasil akhir yang tahan terhadap cuaca, Hindmarch melapisi kain dalam dengan daur ulang PVB. PVB merupakan produk yang diekstraksi dari kaca depan mobil.

Awalnya, perusahaan mempertimbangkan untuk menggunakan kulit vegan atau daur ulang. Setelah melakukan penelitian dan mendapat saran, Hindmarch menyimpulkan bahwa kulit adalah bahan terbaik karena alternatif yang ditemukan mengandung poliuretan tingkat tinggi.

Baca juga: Kolaborasi Bottle Source, Lahirkan Pakaian dari Sampah Botol Plastik

Perancang mode ini mengakui bahwa prosesnya sangat rumit, namun tetap masuk akal. Ia juga menyadari dirinya bukanlah seorang ilmuan, juga bukan pejuang lingkungan. Namun, baginya ini bukan tentang menciptakan hal-hal baru dari apa yang sudah ada. Karena itu merupakan pemborosan energi dan sumber daya yang tidak baik untuk bumi.

Mode “I Am a Plastic Bag” yang pertama terdiri dari dua warna, yaitu putih dan dua warna abu-abu. Coraknya berbentuk logo huruf yang diulang pada kubus dan berpola geometris. Selanjutnya, Hindmarch juga akan merilis warna-warna lain.

Tas yang diluncurkan ini tidak akan tampil dalam pagelaran ternama di London saja. Hindmarch mengatakan seluruh toko miliknya akan ditutup dengan jendela berisi 90.000 botol plastik. Jumlah ini setara dengan total botol plastik yang dibeli secara global tiap enam detik.

Penulis: Krisda Tiofani

Top
You cannot copy content of this page