Primata Band Serukan Bahaya Pencemaran Udara

Reading time: 2 menit
Primata Band
Personil Primata Band terdiri dari Rama Wirawan (gitaris), Ria Antika (drummer), dan Adhitomo Kusumo (bassis). Foto: Primata Band

Trio musik rock-instrumental berbasis di Tangerang Selatan, Primata, meluncurkan video musik fiksi-ilmiah terbaru. Video untuk single terbaru ini berjudul Sebelum Terlalu Mati. Dalam videonya, Primata menggambarkan keadaan bumi pada tahun 2030. Ilustrasi video menampilkan dampak pencemaran udara terhadap kehidupan manusia di masa mendatang.

“Kita sudah tidak bisa lagi menyepelekan sekecil apapun sumber pencemaran yang kita ciptakan. Karena pencemaran udara diprediksi akan naik hingga tiga kali lipat pada 2030,” ucap Rama Wirawan, gitaris sekaligus sutradara video, di Jakarta, Desember lalu.

Band yang terdiri dari Adhitomo Kusumo (bassis), Rama Wirawan (gitaris), dan Ria Antika (pemain drum) ini fokus terhadap isu lingkungan bahkan sebelum grup terbentuk. Rama selaku pemimpin Primata mengatakan isu-isu seputar lingkungan yang menggerakannya membentuk grup musik. Ia juga menyampaikan penamaan grup memiliki arti bahwa manusia tidak berbeda dengan satwa primata. Menurutnya, manusia memiliki banyak kelebihan, tetapi digunakan untuk merusak alam.

Primata Band

Cuplikan ilustrasi video Sebelum Terlalu Mati. Foto: www.youtube.com/PrimataOfficial

“Memang semacam sarkas dan kontroversial, tapi saya ingin menunjukkan kalau kita enggak ada bedanya sama mereka (satwa). Kita termasuk ke dalam kerajaan hewan juga, animal kingdom. Jadi, seharusnya kita yang memiliki kelebihan ini jangan sampai merusak alam,” ujar Rama.

Tema lagu Sebelum Terlalu Mati terinspirasi dari istilah Near-Term Human Extinction (NTHE) atau Menjelang Kepunahan Manusia. Maknanya merupakan kemungkinan tentang kepunahan manusia pada 2030 yang dicetuskan oleh ilmuwan asal Amerika Serikat, Guy R. McPherson.

Baca juga: Nova Ruth Sebarkan Isu Lingkungan Lewat Lagu

Nuansa musik dalam single terbaru ini juga terdengar berbeda dengan lagu-lagu Primata sebelumnya. Rama menuturkan terinspirasi oleh sebuah band yang pernah ia tonton dan sempat berbagi panggung dengan Primata. “Lagu Sebelum Terlalu Mati yang lebih melodius terinspirasi dari band Semiotika, waktu itu saya melihat Bibing asyik memainkan bagian solo yang membuat saya berkeinginan untuk punya lagu melodius,” kata Rama.

Video musik Sebelum Terlalu Mati sudah bisa ditonton sejak 20 Januari lalu. Sedangkan, lagu Sebelum Terlalu Mati dapat dinikmati melalui semua layanan musik alir pada 31 Januari 2020. Sebelumnya, band yang terbentuk di 2014 ini, telah merilis beberapa album mini dan single dalam enam tahun terakhir, seperti: “Kupu-kupu” (single, 2014), “Khaga” (single, 2016), Avani (album mini, 2016), “Tebang!” (single, 2018), Studio Live Session (album mini, 2018), dan yang terakhir “Sebelum Terlalu Mati” (single, 2020).

Penulis: Krisda Tiofani

Top

You cannot copy content of this page