Langkah Mudah Membuat Kampanye Lingkungan

Reading time: 2 menit
Tips Langkah Mudah Membuat Kampanye Lingkungan. Foto: greeners.co

Setiap tanggal 5 Juni kita memperingati Hari Lingkungan. Namun, semangat untuk mencintai lingkungan bukan berarti hanya dinyatakan di satu hari ini saja. Setiap hari kita dapat menyatakan kepedulian terhadap lingkungan dan mengajak orang lain juga untuk melakukan hal yang sama. Kenapa kita perlu peduli terhadap lingkungan? Karena bumi tempat tinggal kita ini hanya satu dan bumi menyediakan segala yang kita butuhkan untuk hidup.

Nah, salah satu cara untuk menyuarakan kepedulian lingkungan adalah dengan berkampanye. Karena kampanye melibatkan beberapa pihak, tidak sedikit yang menganggap kegiatan ini rumit padahal tidak demikian. Dalam situs 350.org, dijabarkan langkah-langkah yang dapat memudahkan kita untuk mengadakan kampanye.

Langkah pertama untuk memulai kampanye adalah dengan memilih jenis kampanye serta lokasi untuk melakukannya. Nah, Sobat Greeners dapat memilih berbagai jenis kampanye, seperti orasi, pendakian, diskusi dan melakukan sebuah penyusuran kota sebagai wujud penyampaian pesan kampanye. Biasanya, suatu kelompok melakukan kampanye di jantung kota atau disesuaikan dengan jenis kampanye yang akan dilakukan.

Layaknya sebuah organisasi, dalam berkampanye pun Sobat Greeners harus memiliki massa yang dapat diajak untuk bekerjasama menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Jadi, pada tahap kedua, Sobat Greeners harus berani untuk membentuk massa. Sobat Greeners dapat mengajak teman, tetangga dan kelompok lainnya seperti serikat pekerja, tim olahraga, mahasiswa dan seniman. Manfaatkan pula media sosial seperti facebook, twitter, atau path untuk membentuk massa.

Ketika pembentukan massa sudah selesai, langkah selanjutnya adalah membuat rincian kebutuhan. Apa saja, sih? Sobat Greeners harus memperhitungkan waktu kampanye, titik-titik yang menjadi arah kampanye, transportasi untuk massa, sponsor sebagai bentuk dukungan dan pengeras suara agar suaramu terdengar oleh kelompokmu dan masyarakat.

Top

You cannot copy content of this page