Deodoran Alami: 11 Cara Menentukan Pilihan Tepat untuk si Keti

Reading time: 3 menit
11 Cara Memilih Deodoran Alami untuk Ketiak yang Sehat
Jika Anda ingin beralih ke deodoran alami dan sedang mencari pilihan terbaik, maka Anda beruntung karena ada beberapa opsi menarik. Foto: Shutterstock.

Jika Anda ingin beralih ke deodoran alami dan sedang mencari pilihan terbaik, maka Anda beruntung karena ada beberapa opsi menarik.

Berikut adalah panduan dari Greeners untuk membantu Anda menentukan deodoran alami mana yang benar-benar layak dan tepat untuk Anda coba.

11 Cara Menentukan Deodoran Alami untuk si Keti yang Lebih Sehat

1. Pilih produk dengan 100% bahan turunan alami

Sebagian besar formulasi deodoran mengandung bahan kimia sintetis yang bisa memberi efek iritasi dan tidak sehat. Itulah mengapa penting untuk mencari bahan-bahan yang aman dan alami.

Misalnya bahan-bahan yang bersumber dari tumbuhan, pohon, buah-buahan, bunga, atau bahan yang tidak aktif seperti tanah liat. Bahkan jika label deodoran mengatakan “alami”, periksa untuk melihat berapa persen kandungan alaminya.

Bidik sedekat mungkin dengan 100% turunan alami. Jika perusahaan tidak mencantumkan presentase natural pada label mereka, ini patut Anda pertanyakan.

2. Temukan bahan aktif alami yang melindungi dari bau ketiak

Penting untuk mencari bahan alami yang terbukti menghilangkan dan menetralkan bau, seperti hop, tanah liat kaolin, eukaliptus, dan fermentasi saccharomyces. Selain itu, bahan antibakteri seperti minyak pohon teh juga bisa Anda pertimbangkan.

Jika deo alami yang Anda pertimbangkan tidak memiliki setidaknya sedikit dari bahan-bahan ini, kemungkinan produknya tidak mengatasi bau ketiak.

3. Pilih deodoran alami bebas aluminium

Aluminium dapat Anda temukan dalam banyak antiperspiran karena secara fisik memblokir kelenjar keringat, tetapi itu juga berarti aluminium mengganggu proses pendinginan alami tubuh.

Lebih buruk lagi, penelitian telah menunjukkan bahwa aluminium dapat menyebabkan mutasi DNA dan sel tumor. Aluminium juga terkait dengan penyakit Alzheimer.

4. Hindari bahan kimia atau racun sintetis

Kebanyakan deodoran yang ada di pasaran mengandung bahan sintetis yang tidak sehat – banyak di antaranya terbukti beracun. 

Racun ini dapat mengganggu hormon seperti estrogen dan testosteron, meningkatkan pertumbuhan sel kanker pada wanita dan pria, dan dapat mengganggu kesuburan atau mempengaruhi perkembangan janin. 

Hindari kandungan seperti paraben, triclosan, ftalat, sulfat, petrokimia, atau bahan serupa lainnya.

5. Cari bahan aktif yang bermanfaat, seperti shea butter dan lidah buaya

Deodoran alami seharusnya melakukan lebih dari sekadar memblokir bau dan membuat Anda bebas dari racun. Mereka juga harus bekerja secara aktif menutrisi, menenangkan dan menyembuhkan kulit Anda. 

Bahan-bahan seperti aloe dan shea butter (yang mengandung vitamin E dan karoten) melembabkan dan meregenerasi kulit Anda untuk menjaga ketiak Anda tetap lembut, halus dan bebas iritasi.

6. Waspadai deodoran yang meninggalkan noda

Noda yang Anda temukan pada bagian lipatan lengan, yang bahkan tidak hilang setelah mencuci pakaian Anda, biasanya bukan dari keringat, tetapi dari aluminium atau bahan lain yang berbahaya pada deodoran. 

Hanya ada sedikit deodoran alami yang terjual dan tidak menodai kemeja Anda. Maka dari itu Anda harus benar-benar mempelajari bahan-bahan deodoran yang baik maupun yang tidak sehat.

deodoran alami

Hanya ada sedikit deodoran alami yang terjual dan tidak menodai kemeja Anda. Maka dari itu Anda harus benar-benar mempelajari bahan-bahan deodoran yang baik maupun yang tidak sehat. Foto: Shutterstock.

7. Halus dan tahan lama

Deodoran alami berkualitas tinggi akan meluncur dengan halus dan lembut walaupun ketiak Anda masih lembap setelah mandi atau benar-benar kering. Ia juga seharusnya bisa awet dalam 2-3 bulan. 

Banyak deodoran alami yang lengket dan mengotori ketiak Anda dengan residu, membuat Anda bertanya-tanya apakah Anda mengoleskannya secara berlebihan. Selain itu, rata-rata deodoran habis kurang dari 30-45 hari, terutama jika Anda harus sering mengoleskannya.

8. Tinjau artikel online yang membandingkan deodoran alami teratas di daftar pilihan Anda

Ada banyak informasi di internet yang membandingkan berbagai deodoran alami, dan itu bisa sangat membingungkan. Untuk mempersempit pencarian, coba gunakan istilah pencarian yang spesifik seperti  ‘Deodoran Ursa Major vs Deodoran Kopari’ untuk membandingkan deodoran alami yang Anda minati.

Anda juga bisa berdiskusi dengan teman-teman Anda, apakah mereka memiliki rekomendasi untuk Anda, atau memiliki pengalaman dengan berbagai merek yang bahkan belum Anda ketahui.

Baca juga: Temu Kunci, Herba Alami untuk Kesehatan 

9. Periksa reviu deodoran atau pendapat ahli

Lihat apa yang dikatakan ahli perawatan tubuh dan kulit tentang deodoran pilihan Anda. Ada macam-macam ulasan oleh puluhan jurnalis (pria dan wanita) dari Wall Street Journal, Vogue, Well + Good, Gear Patrol dan masih banyak lagi. Pastikan juga untuk mengecek ulasan pelanggan untuk mendapatkan umpan balik yang nyata dari pelanggan yang membayar.

10. Usahakan deodoran bebas soda kue jika Anda memiliki kulit sensitif

Banyak deodoran yang masih mengandung soda kue, yang dapat menyebabkan iritasi pada orang dengan kulit ekstra sensitif (sekitar 1 dari 10 orang).

Cari deodoran alami terlaris yang tidak beraroma, tidak mengandung soda kue dan mengandung aloe dan Matricaria (chamomile Jerman) untuk menenangkan kulit ekstra sensitif.

11. Teruskan sampai Anda menemukan deodoran alami yang cocok untuk Anda

Deodoran alami yang berbeda bekerja untuk tubuh yang berbeda-beda pula. Jadi Anda mungkin perlu mencoba beberapa deodoran sampai Anda menemukan yang Anda sukai. Ingatlah untuk memberikan jeda waktu dua hingga tiga minggu saat Anda beralih ke deodoran alami baru. Semoga berhasil dengan pencarian Anda!

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Ursa Major

Inhabitat

Top
You cannot copy content of this page