Meneropong Anorexia Nervosa, Gangguan Makan Ekstrem

Reading time: 3 menit
Meneropong Anorexia Nervosa, Gangguan Makan Ekstrem
Meneropong anorexia nervosa. Gangguan makan ekstrem yang dapat mengancam jiwa. Ilustrasi: Shutterstock.

Lima puluh tahun lalu, duo bersaudara The Carpenters meluncurkan lagu Close to You. Sampai saat ini, tembang manis ini masih menjadi lagu romansa yang senantiasa melantun di pusat perbelanjaan. Namun, di balik manisnya lagu-lagu The Carpenters, ada kisah pilu. Dalam biografi yang ditulis Randy Schmidt, Karen Carpenter, vokalis The Carpenters, disebut sebagai selebriti pertama yang menjadi korban dari gangguan makan anorexia nervosa. Pada 4 Februari 1983, menginjak usia 32, Karen berpulang akibat gagal jantung yang disebabkan gangguan ini.

Anorexia nervosa merupakan gangguan makan yang berpotensi mengancam kehidupan pengidapnya. Medical News Today menyebut kondisi ini umumnya melibatkan tantangan emosional, persepsi citra tubuh yang terdistorsi, dan ketakutan yang mendalam akan kelebihan berat badan atau obesitas.

Perbedaan Anoreksia dan Anorexia Nervosa

Anorexia nervosa biasa awam sebut dengan istilah ‘anoreksia’. Namun, kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda. Istilah ‘anoreksia’ pada umumnya hanya menggambarkan hilangnya nafsu makan atau ketidakmampuan untuk makan. Penyebabnya tidak selalu karena oleh obsesi patologis seseorang untuk menurunkan berat badan, tetapi terjadi akibat kondisi lain seperti depresi, kanker, infeksi, atau efek samping pengobatan.

Di sisi lain, anorexia nervosa merupakan gangguan psikologis kompleks yang bermanifestasi dalam bentuk self-starvation, melaparkan diri, untuk mempertahankan berat badan rendah yang tidak normal. Dalam gangguan ini, persepsi citra tubuh terdistorsi. Individu memiliki berat badan kurang dari berat badan minimum yang dianggap normal untuk usia, jenis kelamin, tahap pertumbuhan dan perkembangan, dan kesehatan fisik.

Meneropong Anorexia Nervosa, Gangguan Makan Ekstrem

Anorexia nervosa sering ditemukan pada remaja atau dewasa muda. Ilustrasi: Shutterstock.

Baca juga: Empat Dokumenter Lingkungan Wajib Tonton

Mayo Clinic menyebutkan, penderita gangguan psikologis ini biasanya memiliki berat badan rendah yang tak wajar. Selain itu, mereka seringkali menggunakan upaya ekstrem yang cenderung mengganggu kehidupan mereka untuk tetap mengendalikan berat dan bentuk tubuhnya. Salah satu contohnya adalah membatasi jumlah makanan yang mereka makan dengan muntah setelah makan, atau menyalahgunakan obat pencahar, alat bantu diet, atau enema. Mereka mungkin juga mencoba menurunkan berat badan dengan.

Anorexia Nervosa Bermula dari Obsesi dan Diet Ketat

Anorexia nervosa merupakan masalah yang progresif. Dimulai dengan obsesi mengikuti diet ketat yan berkembang menjadi perilaku membatasi kalori. Obsesi ini lalu menyebabkan pengidap anorexia nervosa merasakan kecemasan ekstrem tentang makanan, dan mengembangkan ketakutan tentang kelompok makanan tertentu. Pesatnya perkembangan sifat obsesi membuat deteksi dini vital untuk menangani pasien.

“Tanpa perawatan integratif, individu mungkin menghadapi masalah kesehatan yang berpotensi tidak dapat disembuhkan seumur hidupnya, itulah mengapa bantuan profesional yang tepat waktu sangat penting diberikan,” ujar Kristin Wilson, konselor dan wakil presiden Newport Institute, pusat kesehatan mental remaja kepada Insider.

Anorexia nervosa sering ditemukan pada remaja atau dewasa muda. Meskipun kelainan ini paling sering dimulai pada masa remaja, banyak juga anak-anak dan orang dewasa tua yang mengidap penyakit ini.

Baca juga: Joe Taslim Ajak Kelola Sampah Rumah Tangga Guna Turunkan Plastik Laut

Anorexia nervosa dapat memunculkan banyak komplikasi bagi kesehatan. Sama halnya dengan Karen Carpenter, kejadian paling parah dapat menyebabkan kematian secara tiba-tiba. Bahkan, pengidap anorexia nervosa dengan badan yang tidak terlalu kurus pun memiliki risiko yang sama.

Hal ini dapat terjadi akibat irama jantung yang tidak normal (aritimia) ataupun karena ketidakseimbangan elektrolit. Elektrolit yang dimaksud yakni mineral seperti natrium, kalium, dan kalsium yang penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Komplikasi lain yang dapat terjadi pada penderitanya ialah anemia, osteoporosis, masalah jantung, dan masalah ginjal.

Gejala awal yang dialami pasien anorexia nervosa antara lain, tidak dapat menjaga berat badan normal, merasa lelah, insomnia, kerontokan rambut, dan konstipasi. Tanda lain yang dirasakan ialah perilaku olahraga berlebihan, mudah marah, menjauhkan diri dari aktivitas sosial, penyangkalan rasa lapar, dan penggunaan obat penurun berat badan.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page