Deteksi Dini Perbaiki Kualitas Hidup Orang dengan Bipolar

Reading time: 2 menit
Deteksi Dini Perbaiki Kualitas Hidup Orang dengan Bipolar
Deteksi Dini Perbaiki Kualitas Hidup Orang dengan Bipolar. (Ilustrasi: Shutterstock).

Masih ingat dengan Silver Linings Playbook? Film yang mengawal Jennifer Lawrance memenangkan Oscar pertamanya ini memotret kisah kehidupan orang dengan gangguan kejiwaan bernama bipolar.  The Conversation merilis artikel dari pakar psikologi yang menyebut Silver Linings Playbook sukses mencitrakan keseharian orang dengan bipolar secara tidak berlebihan. Misalnya tokoh Pat Solatino (Bradley Cooper). Gejala bipolar Solatino ditunjukkan dengan paranoid, kurang tidur, dan keteguhannya untuk mendapatkan kembali sang mantan isteri.

Apakah definisi dari gangguan bipolar? Mengutip dari Healthline, gangguan bipolar adalah penyakit mental yang ditandai dengan perubahaan mood ekstrem. Gejalanya termasuk suasana hati yang begitu tinggi (mania) serta episode depresi. Orang dengan bipolar bisa jadi kesulitan dalam kesehariannya. Gangguan ini tidak dapat disembuhkan namun dapat dikelola dengan pengobatan teratur.

Baca juga: Mengenali Gangguan Psikosomatik Akibat Stres Berlebih

Lebih jauh, dalam penilitian yang dipimpin oleh Sameer Jauhar, Ph.D. dari King’s College London, Inggris, diketahui gangguan bipolar yang tidak terdeteksi sejak dini berdampak buruk bagi pasien. Menyadur Medical News Today, gangguan bipolar tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, melainkan juga berdampak pada keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Deteksi Dini Perbaiki Kualitas Hidup Orang dengan Bipolar

Deteksi Dini Perbaiki Kualitas Hidup Orang dengan Bipolar. (Ilustrasi: Shutterstock).

“Dengan mengidentifikasi pasien sejak episode pertama, ditambah dengan memberikan perawatan yang tepat, kita dapat membantu pasien untuk melanjutkan hidupnya dan mencegah relapse,” jelas Dr. Jauhar.

Dari penelitian, Dr. Jauhar mendapati setengah dari pasien bipolar mengalami gejala sebelum berusia 21 tahun. Bukti lain menunjukkan, tenaga kesehatan baru mendiagnosa bipolar pada pasien enam tahun setelah gejala pertama. Menurut Dr. Jauhar, hal ini sangat disayangkan mengingat bipolar menduduki posisi keempat sebagai gangguan yang mengakibatkan disability-adjusted-life (hidup yang harus disesuaikan dengan disabilitas) pada pasien berusia 10-24 tahun.

Baca juga: Mengenal Germophobia, Ketakutan Berlebih pada Kuman

“Sebagai konsultan psikiater, saya melihat ini berulang kali. Pasien yang cepat teridentifikasi dan segara mendapatkan pengobatan efektif dapat terhindar dari episode lebih lanjut. Pasien pun memiliki pencapaian luar biasa. Sementara pasien yang terlambat didiagnosa dapat mengalami kebuntuan selama bertahun-tahun,” lanjut Dr. Jauhar.

Lima Juta Warga Amerika Serikat didiagnosa Bipolar

Bipolar bukanlah penyakit otak yang langka. Sekitar 5 juta warga Amerika Serikat (AS) didiagnosa bipolar. Jumlah ini setara dengan 2,8 persen dari total penduduk dewasa AS. Rata-rata pasien bipolar menunjukkan gejala saat berusia 25 tahun. Lebih jauh, orang dengan bipolar memiliki risiko lima puluh kali lebih besar untuk menyakiti diri sendiri.  Pasien juga memiliki hasrat bunuh diri dua belas kali lebih tinggi.

Penulis: Ridho Pambudi

Editor: Ixora Devi

 

Top
You cannot copy content of this page