Mischa Chandrawinata; Konservasi Terumbu Karang

Reading time: 2 menit

(Greeners) – Kehidupan bawah laut nampaknya sangat memikat hati Mischa Chandrawinata. Bukan hanya dirinya, melainkan seluruh keluarganya turut meyukai laut. Olah raga menyelam atau diving, menjadi jalan baginya untuk menikmati keindahan bawah laut. Tidak sekadar menikmati, ia juga menghargai keindahan laut dengan memastikan kegiatan menyelam yang dilakukannya tidak menganggu kelangsungan biota laut.

“Keindahan yang enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kalau di bawah laut, kita bisa lihat terumbu karang dan itu dunia yang lain. Kita harus hargai bahwa di dunia ini ada keindahan yang enggak kita tahu dan sayangnya kita tidak menghargai itu,” katanya.

Pria kelahiran Hannover, Jerman, ini tidak sembarangan menyelam. Ia terlebih dahulu menimba ilmu dan mempelajari berbagai teknik menyelam serta keselamatan di laut. Untuk itu, ia mengambil lisensi menyelam dari Asosiasi Instruktur Selam Profesional atau PADI dan memperoleh sertifikat menyelam profesional pada tahun 2008 lalu.

Sejumlah tempat menyelam di Indonesia sudah pernah dijelajahi oleh aktor yang juga model ini. Pulau Weh di Aceh, Pulau Komodo di Flores, Karimun Jawa, hingga kawasan Sulawesi pernah ia selami. Dari kegemarannya tersebut, ia menyadari bahwa beberapa tempat yang dikunjunginya dulu kondisinya sudah sangat berubah kini.

“Tahun 2008, gue (saya, Red.) ambil lisensi menyelam di Bunaken. Saat pertama datang ke sana, gue turun lima meter. Terumbu karangnya membiaskan warna biru yang indah banget saat terkena matahari. Tapi setelah beberapa tahun kemudian, itu semua sudah hancur. Warna birunya sudah enggak ada karena terumbu karangnya sudah mati. Ikannya juga sudah sedikit. Jadi jelek banget,” ujarnya dengan nada prihatin.

Penggemar whaleshark dan kuda laut ini menyayangkan bahwa perubahan iklim, pencemaran laut dengan sampah, dan ulah tangan jahil menyebabkan kondisi terumbu karang rusak.

Tidak ingin berpangku tangan, Mischa dan keluarganya sedapat mungkin melakukan pelestarian terumbu karang. Di lokasi penyelaman di dekat resor keluarganya yang berlokasi di Raja Ampat, Papua, Mischa bersama kembarannya Marcel dan kakaknya, Nadine Chandrawinata yang juga Putri Indonesia 2005, menanam bibit terumbu karang. “Biar terumbu karangnya tambah banyak dan enggak cuma di satu tempat saja. Dan, supaya kehidupan laut disitu bangkit lagi,” katanya.

Mischa yang juga bergabung dengan organisasi WWF dengan fokus satwa badak ini mengajak semua orang khususnya mereka yang hobby menyelam agar turut menjaga kelestarian alam bawah laut, termasuk biota laut dan habitatnya.

“Dengan cara kecil, dampaknya cukup besar. Jadi, ayo kita lakukan konservasi sama-sama,” ajaknya.

(G08)

Top
You cannot copy content of this page