Sehat Berpuasa di Saat Pandemi

Reading time: 2 menit
Di samping asupan sayuran dan buah, tubuh juga memerlukan asupan protein hewani dan nabati. Foto: depositphotos.com

Berpuasa di tengah pandemi Covid-19 tentu tubuh memerlukan asupan nutrisi ekstra untuk menjaga stamina dan daya tahan. Menjaga pola makan secara sehat merupakan kunci utama menjaga imunitas agar tidak terinfeksi virus corona.

Dokter spesialis gizi klinik Diana Suganda mengatakan dalam menjaga daya tahan tubuh yang diperlukan bukan hanya mengonsumsi buah, sayuran, dan vitamin saja, tetapi juga asupan protein. “Berpuasa  atau tidak protein harus terpenuhi, ” ucap Diana, saat siaran instagram langsung, Sabtu, 2 Mei 2020.

Baca juga: 5 Tanda Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Menurutnya banyak masyarakat yang berpikir momen puasa sebagai upaya menurunkan berat badan. Namun upaya tersebut dinilai tidak tepat karena yang dibutuhkan bukan hanya mengontrol pola makan, tetapi juga menambah asupan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Daya tahan tubuh harus dijaga. Belum tentu yang terlihat sehat dapat dinyatakan sehat atau malah dapat menjadi carrier virus tanpa menimbulkan gejala,” ujarnya.

Sumber Makanan

Sayuran dan buah-buahan menjadi asupan penting dalam menjaga daya tahan tubuh saat berpuasa. Foto: depositphotos.com

Ia menyarankan agar setiap orang mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi dan gizi seimbang pada saat sahur. Dalam sehari bila tubuh tidak diisi dengan nutrisi, tubuh akan terasa lemas. Namun bagi yang tidak terbiasa terbiasa makan nasi dengan lauk pauk lengkap, kata Diana, bisa diganti dengan dua hingga tiga butir telur dan tidak disarankan mengonsumsi mie instan.

“Juga harus dilengkapi dengan mengonsumsi buah dan sayuran. Kemudian air putih minimal dua gelas. Prinsip  kebutuhan nutrisi satu porsi makanan terdiri dari 1/3 nasi, sayuran, protein serta  buah,” ucapnya.

Baca juga: Mengonsumsi Ramuan Empon-Empon Tidak Mencegah Virus Korona

Menurutnya, pada saat berpuasa jumlah kalori tetap sama dengan saat tidak berpuasa. Hal yang membedakan, kata dia, hanya jadwal makan. “Jadi tetap sama tiga kali makan cuma jadwalnya saja yang berbeda.”

Di saat mengurangi asupan makanan, tubuh membuat semacam bolt untuk menyimpan nutrisi sehingga menurunkan metabolismenya. Dalam jangka panjang pun daya tahan tubuh tetap terjaga dan dapat mencegah virus. “Kalau misalnya bosan mengonsumsi nasi bisa diganti dengan oatmeal atau roti gandum. Atau bisa menggunakan ayam suir dibuat seperti abon. Banyak variasi yang bisa kita konsumsi,” ujarnya.

Penulis: Ridho Pambudi

Top
You cannot copy content of this page