Trinity, Status Pendidikan Tidak Menjamin Perilaku Bersih

Reading time: 2 menit
trinity
Trinity "The naked Traveler". Foto: greeners.co/Arief Tirtana

Jakarta (Greeners) – Berada pada pusat segitiga karang dunia (World Coral Triangle) membuat jumlah dan keragaman ekosistem laut Indonesia menjadi salah satu yang terbaik didunia. Hal tersebut jelas menjadi daya tarik bagi para penyelam di dunia untuk datang ke Indonesia. Namun sayangnya kelebihan yang dimiliki tidak diikuti dengan kualitas pengelolaan dan kebersihan yang terjaga baik.

Trinity, travel writer yang telah mengunjungi 79 negara di dunia ini, juga mengakui hal serupa. “Karena saya hobi diving, di mayoritas negara yang saya kunjungi saya pasti diving. Dan selama ini tidak ada yang (wilayah lautnya) lebih bagus dari Indonesia,” ujarnya kepada Greeners usai menghadiri kampanye program #TemanTamanLaut WWF Indonesia.

Trinity menjelaskan bahwa wilayah laut Indonesia yang masih bagus sebagian besar berada di wilayah Timur Indonesia. “Makin jauh dan semakin susah dijangkau umumnya makin bersih, karena manusia yang datang juga semakin sedikit,” katanya. Ia menyebut Raja Ampat merupakan lokasi terbaik yang pernah diselaminya.

Meski demikian bukan berarti masalah sampah tidak ditemui di Indonesia bagian timur. Penulis buku serial “The Naked Traveler” ini menceritakan pernah menyaksikan kapal Pelni yang begitu besar membuang sampah satu tong langsung ke laut saat dirinya sedang menyeberang di Teluk Ambon.

“Itu contoh bahwa kesadaran orang Indonesia masih sangat kurang dalam hal menjaga kebersihan, bahkan status sosial dan pendidikan pun kadang tidak menjamin,” keluhnya.

Sebagai penulis yang telah mengeluaran 13 buku tentang traveling, Trinity tidak jarang memasukan unsur edukasi dalam setiap tulisannya, baik untuk menjaga kebersihan maupun menjaga ekosistem di lokasi wisata yang dikunjungi. Tidak jarang pula ia menyampaikan dalam tulisan-tulisannya di media sosial hal-hal buruk yang ditemuinya selama melakukan perjalanan sesuai realita.

“Itu sebagai bagian saling menjaga, apa yang bisa kita kerjakan. Termasuk ketika diving, kalau menemukan sampah saya ambil. Mulai dari diri sendiri,” imbuhnya.

Perempuan yang kini bukunya telah diadaptasi menjadi film dengan judul ‘Trinity, The Nekad Traveler’ ini menyarankan agar kita berani untuk menegur orang lain yang kita dapati membuang sampah sembarangan. Menurutnya, butuh keberanian untuk menegur karena terkadang edukasi saja tidak cukup.

“Orang Indonesia biasanya tidak enakan buat menegur. Padahal sudah seharusnya kita tegur, kalau perlu kita lapor, kita foto dan posting di sosial media. Sanksi sosial kadang lebih ampuh buat kasih efek jera,” tutupnya.

Penulis: AT/G39

Top
You cannot copy content of this page